20 Orang Diduga Keracunan Usai Pesta Pernikahan di Padang

20 Warga Keracunan Usai Hadiri Pesta Pernikahan di Padang
20 Warga Keracunan Usai Hadiri Pesta Pernikahan di Padang

Padang – Sebanyak 20 orang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang diduga akibat keracunan makanan setelah menghadiri pesta pernikahan di Gedung Serba Guna SMK Negeri 2 Padang, Minggu (1/11/2026).

Sebagian besar warga yang terdampak merupakan anak-anak. Bahkan, seorang anak berusia lima tahun harus dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang karena mengalami dehidrasi berat yang disertai pendarahan saat buang air besar (BAB).

Kasus dugaan keracunan tersebut mencuat setelah sejumlah tamu undangan mengeluhkan berbagai gejala, mulai dari mual, muntah, pusing, diare hingga sakit perut. Para korban selanjutnya dibawa ke sejumlah rumah sakit di Kota Padang untuk memperoleh perawatan medis.

Ketua Pemuda Sawahan Dalam, Hen Sinatra, menyampaikan bahwa beberapa warga yang mengalami gangguan kesehatan berasal dari kawasan Sawahan Dalam, Kecamatan Padang Timur. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, jumlah warga terdampak mencapai belasan orang.

Hen menduga kejadian tersebut berkaitan dengan makanan yang disajikan dalam pesta pernikahan, khususnya menu soto yang disediakan oleh pihak katering. Pasalnya, sebagian besar warga yang mengalami keluhan diketahui sempat mengonsumsi hidangan tersebut.

“Sebagian besar yang mengalami gangguan kesehatan diduga setelah menyantap soto yang disediakan pihak katering dalam pesta itu,” kata Hen kepada wartawan.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Tentara (RST) Dr. Reksodiwiryo Padang, Letkol CKM dr. Ichsan Fahmi, membenarkan adanya sejumlah pasien yang datang dengan dugaan keracunan makanan setelah menghadiri acara pernikahan tersebut.

Menurut Ichsan, sebanyak 13 pasien mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RST secara bersamaan sekitar pukul 18.00 WIB. Dari jumlah tersebut, delapan pasien merupakan anak-anak, sedangkan lima lainnya adalah orang dewasa.

Seluruh pasien langsung menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis sesuai dengan gejala serta kondisi kesehatan masing-masing.

Ichsan menyebutkan, keluhan yang dialami pasien meliputi mual, muntah, diare, serta nyeri pada bagian perut. Beberapa di antaranya mengalami muntah berulang kali sehingga kehilangan banyak cairan tubuh dan mengalami dehidrasi.

Dokter IGD RST Dr. Reksodiwiryo Padang, dr. Adissa Benanda, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap setiap pasien. Pemeriksaan tersebut mencakup pengukuran berat badan, tekanan darah, denyut nadi, serta kondisi pernapasan.

Selain itu, petugas medis juga melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui tingkat keparahan gejala yang dialami pasien.

Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah pasien mengalami nyeri ketika bagian perut atas ditekan. Beberapa pasien lainnya memperlihatkan tanda-tanda kekurangan cairan, seperti bibir kering, mata cekung, serta frekuensi muntah yang mencapai lebih dari delapan hingga sepuluh kali.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim medis memberikan cairan infus guna menggantikan cairan tubuh yang hilang. Sementara pemberian obat kepada pasien anak dilakukan dengan mempertimbangkan berat badan agar dosisnya sesuai.

Adissa menambahkan, pasien terlebih dahulu menjalani pemantauan selama 30 menit hingga satu jam. Jika kondisinya membaik dan tidak muncul keluhan tambahan maupun diare, pasien diperbolehkan melanjutkan pemulihan di rumah dengan obat yang diberikan dokter.

Namun, terdapat tiga pasien yang membutuhkan penanganan lebih intensif karena gejala yang dialami berpotensi memperburuk kondisi dehidrasi.

Salah satu pasien tersebut adalah anak berusia lima tahun yang kemudian dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang. Anak itu mengalami kekurangan cairan dalam kondisi berat serta pendarahan saat BAB sehingga memerlukan pemeriksaan dan perawatan lanjutan.

Adapun dua pasien lainnya, masing-masing seorang anak dan seorang dewasa, masih menjalani perawatan di RST Dr. Reksodiwiryo Padang.

Mengenai dugaan penyebab kejadian, Ichsan mengatakan pihak rumah sakit belum bisa menyimpulkan apakah gangguan kesehatan tersebut dipicu oleh makanan tertentu atau reaksi alergi. Ia menjelaskan, rumah sakit berfokus memberikan pelayanan medis kepada para korban, sedangkan pemeriksaan untuk memastikan sumber penyebab akan dilakukan oleh pihak kepolisian.

Di tempat terpisah, Kapolsek Padang Timur, AKP Ronnal Yandra, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan masyarakat terkait sejumlah tamu pesta pernikahan yang mengalami muntah-muntah dan diduga keracunan makanan.

Laporan tersebut diterima pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah menerima informasi, petugas piket Polsek Padang Timur segera mendatangi dua rumah sakit tempat para korban mendapatkan perawatan, yakni RSU Bunda Padang dan RST Dr. Reksodiwiryo Padang.

Berdasarkan hasil pendataan kepolisian, terdapat tujuh pasien yang mendapatkan penanganan di RSU Bunda BMC Padang. Enam orang di antaranya telah diperbolehkan pulang, sementara satu pasien lainnya masih menjalani perawatan.

Sedangkan di RST Dr. Reksodiwiryo Padang, tercatat 13 pasien mendapatkan penanganan medis. Dari jumlah tersebut, 10 orang sudah diperbolehkan pulang, dua orang masih dirawat, dan satu pasien dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Dengan demikian, total korban yang tercatat memperoleh pelayanan medis di kedua rumah sakit tersebut mencapai 20 orang.

Hingga Minggu malam, aparat Polsek Padang Timur masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. Polisi juga berencana memeriksa dan mengambil sampel makanan yang disajikan dalam pesta pernikahan guna memastikan ada atau tidaknya keterkaitan antara hidangan tersebut dengan gangguan kesehatan yang dialami para tamu undangan.(YU)

Editor: Edwardi