FKI XIII-2026 Resmi Dibuka di Padang Panjang, Sembilan Delegasi Seni Unjuk Kreativitas

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon didampingi Walikota Hendri Arnis di pembukaan FKI XIII_2026 di ISI Padang Panjang.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon didampingi Walikota Hendri Arnis di pembukaan FKI XIII_2026 di ISI Padang Panjang.

Padang Panjang, fajarharapan.id – Kota Padang Panjang kembali menjadi panggung pertemuan insan seni Nusantara. Festival Kesenian Indonesia (FKI) XIII-2026 resmi dibuka di Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Selasa (20/10/2026) malam, dengan menghadirkan sembilan delegasi dari berbagai perguruan tinggi seni di Indonesia.

Festival dua tahunan ini menjadi ajang bagi akademisi, seniman, dan budayawan untuk bertukar gagasan, menampilkan karya, serta memperluas kolaborasi dalam pengembangan seni dan kebudayaan nasional.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan pawai defile sembilan delegasi yang menampilkan keberagaman identitas, kreativitas, dan ekspresi seni. Selama empat hari penyelenggaraan, FKI XIII menghadirkan berbagai kegiatan pertunjukan, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi lintas institusi.

Bagi ISI Padang Panjang, penyelenggaraan tahun ini menjadi kali ketiga kampus tersebut dipercaya sebagai tuan rumah FKI. Momentum ini sekaligus memperkuat posisi Padang Panjang sebagai salah satu pusat pendidikan dan pengembangan seni budaya di Indonesia.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak untuk memajukan kebudayaan nasional. Menurutnya, perguruan tinggi seni memiliki peran strategis dalam menjaga tradisi, mengembangkan kreativitas kontemporer, serta melahirkan inovasi artistik.

Ia menilai kebudayaan tidak hanya berfungsi sebagai identitas dan pemersatu bangsa, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar melalui festival, pariwisata budaya, penciptaan karya seni, dan pengembangan industri kreatif.

“Kebudayaan tidak hanya menjadi warisan yang dijaga, tetapi juga kekuatan pemersatu yang mampu menciptakan nilai tambah dan membuka peluang kesejahteraan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Fadli berharap ekosistem ekonomi budaya dapat berkembang secara berkelanjutan sehingga kreativitas seniman semakin mendapat ruang apresiasi sekaligus membuka peluang pasar tanpa kehilangan jati diri bangsa.

Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menyambut para delegasi dan peserta yang hadir. Ia berharap FKI XIII tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga wadah mempererat persaudaraan, bertukar pengetahuan, dan melahirkan gagasan baru di bidang seni dan kebudayaan.

Menurut Hendri, Indonesia memiliki kekayaan talenta seni yang perlu didukung melalui pendidikan berkualitas, ruang berekspresi, kesempatan berkarya, serta kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, dan industri kreatif.

Ia berharap festival ini mampu melahirkan seniman dan budayawan yang kompeten serta berkarakter, sekaligus mendorong karya seni Indonesia semakin dikenal di tingkat internasional.

Sementara itu, Rektor ISI Padang Panjang, Febri Yulika, menilai FKI XIII menjadi kesempatan penting untuk memperluas jejaring ant perguruan tinggi seni dan membuka peluang kerja sama lintas institusi.

Pertemuan delegasi dari berbagai daerah diharapkan mempertemukan beragam perspektif, pengalaman, dan pendekatan artistik yang dapat melahirkan karya baru serta meningkatkan kualitas pendidikan seni.

Febri juga berharap kolaborasi yang terbangun selama festival tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi berlanjut dalam berbagai program bersama dan pengembangan kreativitas pada masa mendatang.

FKI XIII-2026 turut memperebutkan Piala Bergilir Menteri Kebudayaan. Kompetisi tersebut diharapkan menjadi pemacu bagi setiap delegasi untuk menampilkan karya terbaik, menjunjung sportivitas, dan menghargai keberagaman ekspresi artistik sebagai kekayaan kebudayaan Indonesia.

Pembukaan festival dihadiri Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ahmad Zakri; Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra; Bupati Padang Pariaman, Jon Kennedy Aziz; anggota Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Seni Indonesia (BKS-PTSI); serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat, Nurmatias.

Melalui FKI XIII-2026, Padang Panjang diharapkan tidak hanya menjadi tuan rumah perhelatan seni, tetapi juga ruang tumbuhnya kolaborasi, inovasi, dan penguatan ekonomi kreatif berbasis kebudayaan Nusantara. (syam)

 

Editor: Edwardi