Banten  

PKDP Banten Genap Setahun, Perantau Piaman Ditagih Kontribusi

SERANG – Satu tahun bukan sekadar angka bagi Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Provinsi Banten. Di balik perjalanan itu tersimpan tantangan lebih besar. Yakni bagaimana masyarakat Piaman di rantau tidak hanya berkumpul atas nama kampung halaman, juga mampu menjadi kekuatan sosial yang memberi manfaat bagi daerah tempat mereka hidup.

Pesan penegasan itu terungkap dalam Milad ke-1 PKDP Provinsi Banten di Duce Function Hall, Serang, Banten, Jumat (18/9/2026). Momentum tersebut dihadiri Wakil Gubernur Banten Dr. H.R. Achmad Dimyati Natakusumah, Bupati Padang Pariaman sekaligus Ketua Umum DPP PKDP John Kenedy Azis, jajaran pengurus dan anggota PKDP Provinsi Banten, serta sejumlah undangan.

John Kenedy Azis menegaskan, kekuatan organisasi perantau tidak semata-mata ditentukan oleh struktur kepengurusan. Yang jauh lebih penting adalah seberapa kuat tali persaudaraan dan kepedulian sesama perantau tetap terjaga. Jarak dari ranah Piaman, kata dia, tidak boleh menjadi alasan untuk memutus hubungan kekeluargaan.

“Yang paling penting adalah bagaimana silaturahmi tetap terjaga dengan baik. Kita boleh berada jauh dari kampung halaman. Masalah hubungan kekeluargaan jangan sampai terputus. Justru di rantau kita harus semakin kompak, saling membantu dan saling menguatkan,” ujarnya.

Namun, pesan itu tidak berhenti pada urusan internal keluarga besar Piaman. John Kenedy Azis mengingatkan bahwa masyarakat perantauan juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap daerah yang menjadi tempat mereka bermukim. Identitas Piaman harus menjadi kekuatan untuk berkontribusi, bukan sekadar simbol kebanggaan.

“Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung,” katanya. Warga Piaman di Banten diajak menjadi bagian dari masyarakat yang ikut membangun, menjaga hubungan baik dengan pemerintah, sekaligus mempertahankan budaya dan nilai kekeluargaan yang dibawa dari kampung halaman.

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyambut positif keberadaan PKDP dan mengapresiasi dukungan organisasi tersebut terhadap program pemerintah serta kehidupan sosial kemasyarakatan. Ia berharap sinergi antara PKDP dan Pemerintah Provinsi Banten terus diperkuat sehingga keberadaan masyarakat Piaman semakin terasa dalam pembangunan daerah.

Milad pertama itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan ulang tahun organisasi. Satu tahun PKDP Banten menjadi pengingat bahwa perantauan bukan akhir dari hubungan dengan ranah, dan kebersamaan bukan sekadar berkumpul dalam satu nama.

Dengan semangat saciok bak ayam, sadanciang bak basi, keluarga besar Piaman ditantang membuktikan bahwa di mana pun berada, mereka tetap mampu menjaga persaudaraan sekaligus meninggalkan jejak manfaat.(r-bay)