Sumbar  

BPKH Dorong Generasi Z Siapkan Haji Sejak Dini

Sosialisasi Haji Muda dan Program Dai Sejuta Mimbar.
Sosialisasi Haji Muda dan Program Dai Sejuta Mimbar.

PadangBadan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Harika Foundation memperkenalkan pola baru dalam mengedukasi generasi muda mengenai persiapan ibadah haji.

Melalui Program Dai Sejuta Mimbar, generasi Z tidak hanya diposisikan sebagai penerima informasi tentang haji. Mereka justru didorong menjadi kreator sekaligus penyebar konten dakwah melalui berbagai platform digital.

Inisiatif tersebut diperkenalkan dalam kegiatan Sosialisasi Haji Muda dan Program Dai Sejuta Mimbar bertema “Generasi Muda sebagai Penerus Dakwah Berbasis Platform Digital” yang berlangsung di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan itu melibatkan berbagai unsur, mulai dari lembaga pengelola keuangan haji, lembaga riset pemerintah, pesantren, akademisi, komunitas hingga perwakilan industri perbankan syariah. Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas strategi meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap perencanaan haji dan pengelolaan keuangan.

Dalam kerja sama tersebut, BPKH mengambil peran dalam mendorong literasi serta kesiapan finansial masyarakat, khususnya calon jemaah dari kalangan generasi muda. BRIN dan akademisi turut memberikan dukungan berbasis penelitian, antara lain terkait kebiasaan menabung, pengelolaan dana haji, serta pola generasi muda dalam mengakses informasi keagamaan.

Sementara itu, Harika Foundation berperan dalam implementasi program melalui gerakan Dai Sejuta Mimbar. Lembaga tersebut membantu mengemas hasil penelitian dan kebijakan agar lebih mudah dipahami dan diterima oleh kalangan anak muda.

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, mengatakan persiapan haji perlu dilakukan sejak dini, termasuk dari sisi finansial.

Menurutnya, ibadah haji bukan hanya menyangkut kesiapan untuk berangkat ke Tanah Suci, tetapi juga membutuhkan perencanaan keuangan dalam jangka panjang.

“Semakin dini memulai, semakin besar peluang generasi muda mewujudkan cita-cita berhaji,” ujar Harry dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, masa tunggu keberangkatan haji yang cukup panjang di sejumlah daerah membuat pendaftaran sejak usia muda memiliki arti penting. Karena itu, pemahaman mengenai keuangan haji perlu diperkuat agar kesiapan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan kesiapan spiritual.

Konsep lain yang menjadi perhatian dalam program tersebut adalah perubahan pola dakwah di tengah perkembangan teknologi. Media digital kini menjadi salah satu ruang utama bagi generasi muda untuk berkomunikasi, mencari informasi, dan mempelajari berbagai hal, termasuk pengetahuan agama.

Ketua Harika Foundation, Syuhelmaidi Syukur, mengatakan keberadaan telepon pintar membuat setiap anak muda memiliki ruang untuk menyampaikan pesan kebaikan kepada masyarakat.

Melalui kompetisi Dai Sejuta Mimbar, peserta didorong membuat konten dakwah yang kreatif dan dekat dengan kehidupan generasi Z. Salah satu materi yang dapat diangkat adalah pentingnya mempersiapkan ibadah haji sejak usia muda.

Peserta tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga memperoleh pendampingan agar mampu mengembangkan keterampilan sebagai kreator konten dakwah digital. Dengan demikian, mereka diharapkan dapat menjadi bagian dari jaringan penyebaran pesan-pesan Islam melalui media yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Model tersebut sekaligus mengubah pola sosialisasi yang sebelumnya lebih banyak menempatkan anak muda sebagai penerima informasi. Dalam program ini, generasi Z diberi ruang untuk menjadi komunikator yang menyampaikan pesan kebaikan dengan gaya bahasa serta media yang mereka kuasai.

Perkembangan teknologi dinilai telah membawa perubahan besar terhadap cara generasi muda berinteraksi dan memperoleh pengetahuan keagamaan. Kondisi itu membuat aktivitas dakwah perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan platform digital.

Melalui pendekatan kreatif dan inovatif, pesan keislaman diharapkan dapat disampaikan dengan cara yang lebih relevan dengan kehidupan generasi muda tanpa menghilangkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Kolaborasi BPKH, BRIN, Yayasan Harika untuk Kemanusiaan, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat diharapkan dapat memperluas edukasi mengenai pentingnya mempersiapkan ibadah haji sejak dini.

Generasi muda tidak hanya diarahkan untuk memiliki cita-cita menunaikan ibadah haji, tetapi juga memahami pentingnya perencanaan keuangan secara matang. Di saat yang sama, teknologi digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin, moderat, inklusif, dan memberi manfaat bagi masyarakat.(des*)