Yota Balad Sidak Kelanjutan Pembangunan RSUD dr.Sadikin dengan Dana Rp50 Miliar

Kota Pariaman – Pembangunan fasilitas kesehatan di RSUD dr. Sadikin Pariaman, Sumatera Barat kembali menjadi sorotan. Di tengah kebutuhan layanan kesehatan yang terus mendesak, Wali Kota Pariaman Yota Balad melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan gedung baru di Desa Kampung Baru Padusunan, Kecamatan Pariaman Timur, Senin (14/9/2026).

Sidak itu menjadi sinyal keras bahwa proyek penunjang pelayanan kesehatan tak boleh berjalan lamban.

Didampingi Wakil Wali Kota Mulyadi, Yota Balad turun langsung melihat progres pekerjaan sekaligus berdialog dengan tim pelaksana di lapangan.

Bukan sekadar melihat bangunan berdiri, peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, baik dari sisi kemajuan proyek maupun kualitas pembangunan.

Ada persoalan yang jauh lebih besar di balik pembangunan gedung tersebut. RSUD dr. Sadikin masih membutuhkan penambahan ruang untuk menjawab tingginya kunjungan masyarakat dan kebutuhan rawat inap.

Kondisi itu membuat percepatan pembangunan rumah sakit yang sempat terbengkalai selama beberapa tahun menjadi kebutuhan yang tak bisa lagi ditunda.

Pemko Pariaman pun tengah menggencarkan lobi ke pemerintah pusat. Yota Balad sebelumnya telah berkoordinasi langsung dengan Bappenas, Menteri Kesehatan, hingga Wakil Menteri Kesehatan untuk mendorong percepatan kelanjutan pembangunan RSUD dr. Sadikin Pariaman. Sebab, kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan tidak bisa menunggu terlalu lama.

Kini, harapan besar bertumpu pada dukungan anggaran pemerintah pusat senilai Rp50 miliar. Dana tersebut diharapkan menjadi pemicu untuk menghidupkan kembali pembangunan RSUD dr. Sadikin yang sempat tersendat. Targetnya pun tak main-main, pembangunan diharapkan dapat terealisasi dan rampung paling lambat pada 2027.

Bagi masyarakat, angka Rp50 miliar bukan sekadar angka di atas kertas. Di baliknya ada kebutuhan ruang rawat inap, fasilitas kesehatan yang lebih layak, kenyamanan pasien dan harapan agar warga Pariaman tidak terus berhadapan dengan keterbatasan pelayanan.

Pada setiap keterlambatan pembangunan berhadapan langsung dengan kebutuhan publik yang semakin mendesak.

Sidak Yota Balad akhirnya menjadi pesan politik sekaligus administratif: RSUD dr. Sadikin tak boleh kembali menjadi bangunan yang menunggu tanpa kepastian.

Dengan desakan ke pemerintah pusat, dukungan anggaran Rp50 miliar dan target penyelesaian 2027, publik kini menunggu satu pembuktian.

Apakah proyek yang sempat terbengkalai itu benar-benar mampu bangkit dan menghadirkan pelayanan kesehatan yang layak bagi masyarakat Pariaman? (mak).