Sumbar  

Lima Proyek Energi Sumbar Diusulkan

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Jakarta — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendorong percepatan sejumlah proyek strategis daerah melalui dukungan investasi Danantara. Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Mahyeldi mengajukan sejumlah rencana proyek energi yang diproyeksikan membutuhkan investasi sekitar Rp5,35 triliun. Lima proyek yang diusulkan untuk periode 2027-2029 yakni PLTS Terapung Singkarak, PLTS Sijunjung, PLTS Mentawai, PLTS Pesisir Selatan, dan PLTG Sijunjung Blok Sinamar.

Pengembangan proyek tersebut ditujukan untuk memperkuat sistem kelistrikan di Sumatera Barat sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan. Khusus di Kepulauan Mentawai, proyek energi tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik berbahan bakar diesel.

Dony Oskaria menyebut sejumlah usulan tersebut memiliki keterkaitan dengan agenda prioritas pemerintah. Karena itu, proyek-proyek tersebut berpeluang mendapatkan perhatian untuk dikembangkan secara bertahap.

Selain sektor energi, pertemuan juga membahas rencana pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur dan kawasan Muara Padang. Pemerintah daerah turut mendorong percepatan pembentukan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) serta penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

Terkait pengembangan Teluk Bayur, Danantara menekankan pentingnya penyesuaian rencana dengan tata ruang Kota Padang. Di sisi lain, material dari hasil galian pembangunan terowongan Tol Sicincin-Bukittinggi dinilai berpotensi dimanfaatkan sebagai salah satu sumber material untuk mendukung perluasan kawasan pelabuhan.

Di luar pembahasan investasi, persoalan ketersediaan solar di Sumatera Barat menjadi perhatian utama. Dony mengatakan pihaknya akan meminta penjelasan dari Direktur Utama Pertamina Patra Niaga terkait laporan mengenai kelangkaan dan distribusi bahan bakar minyak di wilayah tersebut.

Pertemuan antara Pemprov Sumbar dan Danantara tersebut menunjukkan adanya dua fokus yang berjalan bersamaan. Selain mencari solusi atas persoalan pasokan energi yang mendesak, Sumbar juga tengah menyiapkan berbagai proyek infrastruktur dan energi sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.(des*)