Pariaman – Bukan sekadar berangkat membawa seragam dan atribut daerah. Kontingen Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Padang Pariaman datang ke Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat dengan satu pertaruhan. Membuktikan bahwa semangat, kekompakan, kreativitas, dan kerja nyata kader di tengah masyarakat layak diperhitungkan di tingkat provinsi.
Semangat itu mengiringi pelepasan kontingen di Pendopo Bupati Padang Pariaman, Selasa (1/9/2026). Para kader dilepas untuk mengikuti jambore yang berlangsung di Kota Bukittinggi pada 1–3 September 2026.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama Sekretaris Daerah Hendra Aswara, sejumlah kepala OPD, dan jajaran TP-PKK hadir memberikan dukungan langsung sebelum para kader bertolak membawa nama daerah.
Namun, panggung jambore bukan ruang untuk sekadar hadir. Kader PKK dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat akan bertemu, beradu kreativitas, berbagi pengalaman.
Sekaligus menunjukkan sejauh mana 10 Program Pokok PKK benar-benar mampu diterjemahkan menjadi kerja nyata. Di sinilah kemampuan, keberanian, dan kekompakan diuji.
Beragam agenda telah menanti. Mulai perlombaan, pameran hingga kegiatan edukatif, termasuk lomba bermain peran bertema Lima Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan lomba pembuatan leaflet tentang Dasawisma sebagai ujung tombak pelaksanaan 10 Program Pokok PKK.
Setiap penampilan menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa kader bukan sekadar pelengkap program, melainkan kekuatan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
John Kenedy Azis mengaku melihat sendiri kesungguhan para kader saat menjalani latihan. Ia menilai semangat yang ditunjukkan menjadi modal penting menghadapi persaingan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu dan bapak yang menjadi tim Jambore PKK. Saya melihat langsung saat latihan, semangatnya luar biasa, rapi, ceria, dan tidak terlihat terbebani. Itu menjadi modal yang sangat baik untuk meraih hasil terbaik,” ujarnya.
Ketua TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman, Ny.Nita Christanti Azis, pun menegaskan bahwa kemenangan tidak akan lahir dari rasa takut. Ia meminta seluruh peserta tampil percaya diri, memberikan kemampuan terbaik, sekaligus menjaga persaudaraan di dalam tim.
“Hilangkan segala perbedaan, saling mengingatkan, saling mendukung, dan jangan saling menjatuhkan. Kekompakan adalah kekuatan kita untuk meraih hasil terbaik,” pesannya.
Kini, kontingen Padang Pariaman membawa lebih dari sekadar target prestasi. Mereka membawa nama daerah sekaligus pulang dengan misi yang lebih besar. Menjadikan pengalaman di Bukittinggi sebagai energi baru untuk bekerja di tengah masyarakat.
Sebab, ukuran keberhasilan PKK pada akhirnya bukan hanya piala yang dibawa pulang, tetapi seberapa kuat ilmu, kreativitas, dan pengalaman jambore itu kembali diterapkan demi keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.(bay).







