Jakarta — Pendaftaran sekolah kedinasan tahun 2026 telah berakhir pada Minggu (30/8/2026). Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN) per 1 September 2026 pukul 13.14 WIB, Politeknik Keuangan Negara STAN menjadi sekolah kedinasan yang paling banyak dipilih peserta.
Data yang dibagikan BKN melalui akun Instagram resminya mencatat STAN memperoleh 26.960 pelamar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 26.471 orang telah menyelesaikan atau melakukan submit pendaftaran.
Di posisi kedua terdapat Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia yang berada di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Jumlah pelamar yang tercatat mencapai 25.109 orang, dengan 21.054 peserta telah melakukan submit.
Sementara itu, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menempati posisi ketiga. Sekolah kedinasan di bawah Kementerian Dalam Negeri tersebut memiliki 23.736 pelamar, sedangkan peserta yang sudah submit mencapai 22.365 orang.
Sekolah kedinasan dengan jumlah peminat terbanyak berikutnya adalah Politeknik Statistika STIS. Institusi di bawah Badan Pusat Statistik itu mencatat 15.129 pelamar, dengan 14.761 orang telah menyelesaikan submit.
Selanjutnya, Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD) di bawah Kementerian Perhubungan mencatat 10.324 pelamar. Sebanyak 9.208 peserta di antaranya sudah melakukan submit.
Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) yang berada di bawah BMKG memiliki 9.226 pelamar, dengan 8.322 orang telah submit.
Berikutnya ada Politeknik Pengayoman Indonesia di bawah Kementerian Hukum. Institusi tersebut mencatat 6.260 pelamar, sementara 5.413 peserta telah melakukan submit.
Sejumlah sekolah kedinasan lainnya mencatat jumlah pelamar yang lebih rendah. Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Tegal memiliki 2.528 pelamar, dengan 2.337 orang telah submit.
Kemudian, Politeknik Transportasi Darat (POLTRADA) Bali mencatat 2.173 pelamar dan 1.903 peserta telah submit. Politeknik Siber dan Sandi Negara memiliki 2.040 pelamar, dengan 1.690 orang sudah menyelesaikan pendaftaran.
Untuk Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun, tercatat 1.664 pelamar dan 1.209 peserta telah submit.
Sementara itu, Politeknik Penerbangan Surabaya memiliki 971 pelamar, dengan 775 orang telah submit. Politeknik Penerbangan Indonesia Curug mencatat 790 pelamar dan 645 peserta sudah submit.
Selanjutnya, Politeknik Penerbangan Palembang memiliki 709 pelamar, dengan 551 peserta telah melakukan submit.
Pada kelompok dengan jumlah peminat lebih sedikit, Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang mencatat 359 pelamar dan 248 peserta telah submit.
Politeknik Pelayaran Surabaya memiliki 302 pelamar, dengan 198 orang telah submit. Kemudian, Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara mencatat 194 pelamar dan 152 peserta telah menyelesaikan submit.
Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi tercatat memiliki 191 pelamar, sementara 135 orang telah submit.
Adapun jumlah pelamar paling rendah dalam daftar tersebut tercatat di Politeknik Penerbangan Jayapura. Institusi tersebut memiliki 84 pelamar, dengan 57 peserta telah melakukan submit.
Data BKN tersebut memberikan gambaran mengenai tingkat minat peserta terhadap masing-masing sekolah kedinasan pada proses seleksi 2026. STAN menjadi institusi dengan jumlah pelamar tertinggi, disusul Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia serta IPDN.(BY)







