Kota Pariaman – Pelantikan lima pimpinan baru Baznas Kota Pariaman, Sumatera Barat bukan sekadar pergantian pengurus. Di balik seremoni yang berlangsung di Aula Balai Kota Pariaman, Senin (31/8/2026), terselip tantangan besar.
Mampukah Baznas membongkar ketergantungan pada zakat ASN dan pengusaha, lalu menggarap potensi zakat para perantau asal Pariaman yang selama ini tersebar di berbagai daerah?
Pertanyaan itu mencuat setelah Wali Kota Pariaman Yota Balad secara terbuka mendorong Baznas melakukan inovasi dalam menghimpun zakat.
Menurut Yota, potensi zakat tidak seharusnya hanya bertumpu pada ASN dan pengusaha yang berada di Kota Pariaman.
Dia menyebut bahwa para perantau juga harus disentuh agar zakat yang mereka tunaikan dapat ikut menggerakkan kesejahteraan masyarakat di kampung halaman.
Pesan tersebut sekaligus menjadi ujian pertama bagi lima pimpinan Baznas periode 2026–2031.
Mereka tidak hanya dituntut mampu mengelola dana umat, tetapi juga menjaga integritas, profesionalisme, transparansi, dan kepercayaan masyarakat.
Sebab, setiap rupiah zakat yang dihimpun membawa amanah besar dari muzaki sekaligus harapan mustahik yang menunggu manfaatnya.
“Penting sekali rasanya bagi Pimpinan Baznas terpilih untuk bisa menjaga integritas, profesionalisme, serta kepercayaan masyarakat dalam pengelolaan dana zakat,” kata Yota Balad.
Ia menegaskan pengelolaan zakat harus menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan umat dan kemajuan Kota Pariaman.
“Zakat, dengan demikian, dituntut tidak sekadar terkumpul, tetapi benar-benar hadir sebagai instrumen sosial dan ekonomi bagi masyarakat” ungkap Yota Balad.
Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman pun membuka ruang kolaborasi dengan kepengurusan Baznas yang baru.
Sinergi tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS), terutama dalam mendukung pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tantangannya jelas. Memperluas sumber penghimpunan sekaligus memastikan dana yang terkumpul dikelola secara tepat sasaran.
Lima pimpinan yang kini berada di garis depan pengelolaan zakat Kota Pariaman itu adalah Riki Bernama sebagai Ketua, Deddy Kurniadi sebagai Wakil Ketua I, Alfiandri Zaharmi sebagai Wakil Ketua II, Ismael Ali sebagai Wakil Ketua III, dan Adek Oswandi sebagai Wakil Ketua IV.
Mereka resmi dilantik berdasarkan Keputusan Wali Kota Pariaman Nomor 286/400/2026 tentang Pengangkatan Pimpinan Baznas Kota Pariaman Periode 2026–2031.
Kini, seremoni pelantikan telah selesai. Yang tersisa adalah pekerjaan nyata. Wali Kota Yota Balad berharap Baznas mampu memperkuat kemitraan dengan Baznas Pusat, Baznas Provinsi Sumatera Barat, dan Pemko Pariaman hingga menjadi bagian dari terwujudnya Kota Pariaman sebagai kota RISALAH (Beriman, Sholeh, dan Berakhlak).
Publik pun berhak menunggu pembuktiannya. Apakah kepengurusan baru ini mampu menjadikan zakat sebagai kekuatan ekonomi umat, atau kembali berkutat pada sumber zakat yang itu-itu saja?.(mak).







