PWI Padang Panjang Fokus Perkuat Kekompakan

Kepengurusan PWI Kota Padang Panjang periode 2026–2029 resmi dilantik
Kepengurusan PWI Kota Padang Panjang periode 2026–2029 resmi dilantik

Padang Panjang – Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Padang Panjang periode 2026–2029 resmi dilantik dan dikukuhkan. Prosesi tersebut dipimpin Ketua PWI Sumatera Barat Widya Navis di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Padang Panjang, Senin (24/8/2026).

Supriyanto yang akrab disapa Bento dipercaya memimpin PWI Padang Panjang untuk tiga tahun ke depan. Dalam kepengurusan barunya, ia menjadikan soliditas, kebersamaan, serta penguatan internal organisasi sebagai sejumlah prioritas.

Pada kesempatan yang sama, kepengurusan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kota Padang Panjang periode 2026–2029 turut dikukuhkan.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah unsur Forkopimda dan pejabat daerah. Di antaranya Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, BSBA, Wakil Wali Kota Allex Saputra, Ketua DPRD Imbral, Pj. Sekdako Kuartini Deti Putri, serta Kapolres Padang Panjang AKBP Wisnu Hadi.

Hadir pula Kepala Rutan Kelas IIB Padang Panjang Novri Abbas, Kepala Kantor Kementerian Agama Mukhlis, Ketua BAZNAS Dr. H. Novi Hendri, dan perwakilan Kejaksaan Negeri Padang Panjang.

Sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah juga hadir, seperti Kepala Dinas Kominfo Hari Rezka Perdana, Kepala BPKD Zia Ul Fikri, Kepala Dinas Porbudpar Busmar Chandra, serta Kepala Dinas PTSP Nurasrizal.

Dari lingkungan PWI, tampak perwakilan pengurus PWI Tanah Datar, PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota, PWI Bukittinggi, PWI Solok, dan PWI Kepulauan Mentawai.

Ketua PWI Padang Panjang Supriyanto atau Bento menyebut kebersamaan sebagai fondasi penting dalam menjalankan roda organisasi. Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk saling merangkul serta menjaga hubungan yang harmonis.

Bento mengatakan, mandat kepemimpinan tersebut diperolehnya melalui Konferensi PWI Kota Padang Panjang pada akhir 2025. Karena itu, konsolidasi internal menjadi salah satu langkah awal yang akan dilakukan.

“Sebagai Ketua PWI yang diamanahkan melalui Konferensi PWI Kota Padang Panjang akhir 2025, kami menekankan konsolidasi dan kebersamaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, PWI Padang Panjang akan menjalankan organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Dalam menjalankan tugas jurnalistik, para anggota juga akan berpegang pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas anggota, PWI Padang Panjang sebelumnya mengutus tiga calon anggota untuk mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang digelar PWI Sumatera Barat pada 14 Agustus 2026.

Menurut Bento, kegiatan tersebut penting agar anggota memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai organisasi sekaligus profesi jurnalistik.

Ia juga menegaskan komitmen PWI Padang Panjang untuk menjadi mitra pemerintah dan masyarakat dengan tetap menjaga independensi pemberitaan.

“PWI Kota Padang Panjang siap menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat. Kami akan menyebarkan informasi yang objektif, berimbang, dan mendidik,” katanya.

Kepengurusan PWI Padang Panjang periode 2026–2029 mengusung tema “Solid, Kompak dan Profesional Berantas Berita Hoaks.”

Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis menyampaikan apresiasi atas berlangsungnya proses pergantian kepemimpinan PWI Padang Panjang. Ia menilai proses tersebut berjalan dengan baik tanpa menimbulkan perpecahan di internal organisasi.

Hendri meminta jajaran pengurus baru segera melakukan konsolidasi dan memperkuat hubungan antaranggota. Ia juga mendorong keterlibatan wartawan senior agar pengalaman mereka dapat menjadi bagian dari kesinambungan organisasi.

“Ketua yang baru dengan usia yang muda tentu harus cepat-cepat berkonsolidasi ke dalam,” ujarnya.

Hendri juga menyatakan dukungan terhadap peningkatan profesionalisme wartawan melalui Ujian Kompetensi Wartawan (UKW). Menurutnya, wartawan yang memiliki kompetensi akan lebih mampu menghasilkan pemberitaan berkualitas dan menjalankan tugas sesuai prinsip jurnalistik.

“Pemerintah tentu sangat mendukung Ujian Kompetensi Wartawan ini. Wartawan yang kompeten akan mampu menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, berimbang, objektif, serta tetap berpegang pada kode etik jurnalistik,” katanya.

Ia turut mengingatkan insan pers agar tidak menjadikan kecepatan sebagai satu-satunya ukuran dalam menghasilkan berita. Setiap informasi harus melalui proses pengecekan agar akurasinya dapat dipertanggungjawabkan.

“Di tengah derasnya arus informasi dan media sosial, wartawan dituntut bukan hanya cepat, tetapi juga tepat. Jangan sampai kecepatan mengalahkan akurasi,” tegas Hendri.

Hal senada disampaikan Ketua PWI Sumatera Barat Widya Navis. Ia menilai UKW menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kemampuan profesional wartawan.

Widya menjelaskan bahwa UKW tidak semata-mata menjadi sarana untuk mengukur keterampilan teknis jurnalistik. Setelah dinyatakan kompeten, seorang wartawan justru memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam menjalankan profesinya.

“UKW bukanlah akhir dari proses belajar seorang wartawan. Justru setelah dinyatakan kompeten, tanggung jawab moral dan profesional seorang wartawan semakin besar,” ujarnya.

Ia berharap PWI Padang Panjang dapat segera mempersiapkan pelaksanaan UKW sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan kapasitas wartawan di daerah.

Menurut Hendri, keberadaan pers memiliki posisi penting dalam mendukung pembangunan Kota Padang Panjang. Wartawan dapat membantu memperkenalkan potensi daerah sekaligus menyampaikan berbagai capaian pembangunan kepada masyarakat.

Di sisi lain, pers juga mempunyai fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan. Melalui pemberitaan dan kritik yang konstruktif, wartawan dapat mengingatkan pemerintah mengenai berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian.

“Teman-teman wartawan bisa mengeksplor, mengembangkan kota kita ini, prestasi apa yang sudah diraih dan apa yang harus dikerjakan oleh pemerintah daerah,” kata Hendri.

Ia berharap hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers dibangun melalui komunikasi yang terbuka dan sehat. Kritik terhadap pemerintah, menurutnya, tetap diperlukan selama disampaikan berdasarkan data, fakta, serta mengikuti kaidah jurnalistik.

“Kritik yang konstruktif juga sangat diperlukan. Yang terpenting, kritik tersebut disampaikan berdasarkan data, fakta, dan kaidah jurnalistik,” ujarnya.

Dengan demikian, Hendri berharap kemitraan pemerintah dan pers dapat terus berjalan secara profesional. Pers tetap menjalankan fungsi pengawasan sosial, sementara pemerintah membuka ruang terhadap kritik dan masukan yang membangun.

Selain menjalankan agenda organisasi, PWI Padang Panjang juga berupaya mengenalkan dunia jurnalistik kepada generasi muda. Salah satunya melalui Lomba Menulis Tingkat Pelajar yang digelar dalam rangka Bulan Mitigasi Bencana pada Juli 2026.

Kompetisi tersebut diikuti 114 peserta. Dari seluruh karya yang masuk, panitia kemudian memilih tiga tulisan terbaik untuk mendapatkan penghargaan yang diumumkan dalam rangkaian kegiatan pelantikan pengurus PWI Padang Panjang.

“Kami juga telah menggelar Lomba Menulis Tingkat Pelajar dalam rangka Bulan Mitigasi Bencana pada Juli silam. Alhamdulillah, dari 114 peserta kami mengambil tiga yang terbaik,” ujar Bento.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi PWI dalam memperkenalkan keterampilan menulis dan jurnalistik kepada kalangan pelajar.

Bento kembali mengajak seluruh pengurus dan anggota PWI Padang Panjang menjaga persatuan serta memperkuat kerja sama. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Padang Panjang, jajaran OPD, berbagai pihak yang mendukung pelaksanaan pelantikan, serta Pimpinan Cabang Bank Nagari Padang Panjang.

“Kami berharap dukungan semua pihak terus menguatkan PWI Kota Padang Panjang dalam menjalankan roda organisasi ke depan,” tuturnya.(des*)