6 Bandara di NTT Rusak Diguncang Gempa, Runway Soa Bajawa Ikut Retak

Bandara di NTT rusak diguncang gempa.
Bandara di NTT rusak diguncang gempa.

JakartaGempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak pada sejumlah fasilitas bandar udara. Sedikitnya enam bandara dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari bagian plafon dan dinding hingga adanya retakan pada landasan pacu.

Meski terdapat kerusakan di sejumlah titik, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan operasional penerbangan di bandara-bandara tersebut masih dapat berlangsung. Pemerintah menempatkan faktor keselamatan sebagai pertimbangan utama dalam setiap aktivitas penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa mengatakan pihaknya terus memantau kondisi bandara di Flores dan wilayah sekitarnya.

“Kami memastikan seluruh bandara di Flores dan sekitarnya tetap beroperasi normal. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama,” ujar Lukman dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).

Berikut sejumlah kerusakan yang dilaporkan pada enam bandara di NTT:

1. Bandara Komodo, Labuan Bajo

Dampak gempa terlihat di beberapa bagian fasilitas Bandara Komodo. Kerusakan antara lain ditemukan pada plafon terminal dan bangunan fire station.

Selain itu, terdapat retakan pada dinding gedung administrasi. Retakan memanjang juga teridentifikasi pada bagian fillet Taxiway A.

2. Bandara H Hasan Aroeboesman, Ende

Di Bandara H Hasan Aroeboesman Ende, kerusakan ditemukan pada plafon area terminal. Petugas juga mendapati retakan pada dinding gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK).

Bagian struktur menara atau tower bandara turut mengalami keretakan akibat gempa.

3. Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu

Kerusakan di Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu terjadi pada fasilitas terminal, khususnya partisi berbahan kaca yang berada di lantai dua gedung.

4. Bandara Frans Sales Lega, Ruteng

Sejumlah elemen bangunan Bandara Frans Sales Lega Ruteng ikut terdampak. Kerusakan meliputi bagian arsitektur berbahan aluminium composite panel (ACP) pada terminal, plafon ruang rapat dan kantor, serta dinding gedung PKP-PK.

Struktur tower bandara juga dilaporkan mengalami kerusakan.

5. Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Maumere

Di Bandara Fransiskus Xaverius Seda Maumere, dampak gempa terlihat pada plafon terminal dan kaca yang berada di lantai dua.

6. Bandara Soa, Bajawa

Bandara Soa Bajawa menjadi salah satu lokasi yang mengalami kerusakan pada beberapa bagian fasilitas. Plafon dan kaca terminal terdampak, sementara retakan ditemukan pada dinding serta kolom sejumlah bangunan.

Yang menjadi perhatian adalah adanya retakan memanjang pada runway bandara tersebut.

Area Berisiko Dibatasi

Lukman menjelaskan bahwa kerusakan pada fasilitas tidak serta-merta menyebabkan seluruh aktivitas bandar udara dihentikan. Namun, bagian yang dinilai memiliki potensi bahaya akan dibatasi hingga dinyatakan aman.

Menurutnya, pembatasan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan agar pengguna jasa penerbangan maupun petugas tidak berada di area yang berisiko.

“Bandar udara tetap beroperasi, namun keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama,” tegas Lukman.

Di sisi lain, keputusan terkait keberangkatan penerbangan tetap dapat disesuaikan oleh masing-masing maskapai berdasarkan kondisi terkini. Maskapai dapat melakukan penilaian internal dan menentukan apakah penerbangan tetap dilanjutkan, ditunda, atau dibatalkan.

Langkah tersebut dapat diambil apabila hasil evaluasi menunjukkan bahwa kondisi di lapangan belum memungkinkan penerbangan dilakukan secara aman.(BY)