Bocah Tenggelam di Sungai Belayan Ditemukan Tewas

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Rahmah Saliha, bocah 8 tahun
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Rahmah Saliha, bocah 8 tahun

Jakarta – Duka mendalam dirasakan keluarga Rahmah Saliha, warga Desa Long Beleh Haloq, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Anak berusia delapan tahun tersebut ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang diduga terseret arus Sungai Belayan.

Rahmah ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 14.20 WITA. Korban ditemukan kurang dari sehari setelah dinyatakan hilang ketika bermain di sekitar tepian Sungai Belayan pada Minggu (16/8/2026) sore.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Balikpapan, Endrow Sasmita, menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan dengan sejumlah metode. Tim melakukan penyelaman serta menyusuri aliran sungai menggunakan perahu karet.

Penyisiran terus dilakukan di sepanjang Sungai Belayan hingga akhirnya korban ditemukan di wilayah hilir. Posisi korban berada sekitar 1,2 kilometer dari titik awal kejadian.

“Korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan sekitar 1,2 km arah hilir dari lokasi kejadian,” kata Endrow, dikutip dari iNews Balikpapan, Senin (17/8/2026).

Usai ditemukan, jenazah Rahmah dievakuasi menggunakan perahu karet menuju posko pencarian. Setelah seluruh proses evakuasi selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Endrow menyampaikan penghargaan kepada seluruh personel SAR gabungan dan warga yang turut membantu proses pencarian. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan.

Peristiwa tersebut bermula ketika Rahmah bermain bersama sejumlah teman di tepian Sungai Belayan. Saat itu, kondisi sungai sedang surut sehingga area bantaran kerap dimanfaatkan anak-anak sekitar untuk bermain.

Menjelang malam, teman-teman Rahmah meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah masing-masing. Namun, Rahmah tidak terlihat ikut kembali dan keberadaannya tidak diketahui.

Teman-teman korban kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada warga. Informasi itu selanjutnya diteruskan kepada pihak terkait hingga pencarian melibatkan tim SAR gabungan bersama masyarakat.

Proses pencarian dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur SAR dan warga setempat. Setelah korban ditemukan, petugas memastikan evakuasi berlangsung dengan aman sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.(des*)