Kota Pariaman – Untuk pertama kalinya, anak-anak sekolah dasar di Kota Pariaman tidak berdiri sendiri di hadapan penguji. Mereka membawa orang tua dalam satu panggung untuk menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Momen itu hadir melalui Lomba Tahfizd Al-Qur’an Murid Bersama Orang Tua Tingkat SD/MI se-Kota Pariaman 2026 yang resmi dibuka Wali Kota Pariaman Yota Balad di SDN 21 Jalan Kereta Api (JKA), Kelurahan Jalan Kereta Api, Kecamatan Pariaman Tengah, Senin (10/8/2026).
Lomba yang memperebutkan Piala Wali Kota Pariaman dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) SD Kota Pariaman tersebut digelar dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Lebih dari sekadar kompetisi hafalan, kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari upaya menyukseskan program unggulan Pemerintah Kota Pariaman, Pariaman Risalah, yang mengusung cita-cita melahirkan generasi beriman, saleh, dan berakhlak.
Yota Balad mengaku tersentuh melihat inovasi yang digagas Dinas Pendidikan bersama SDN 21 JKA tersebut. Baginya, ada sesuatu yang jauh lebih penting daripada sekadar siapa yang menjadi juara.
Ketika anak dan orang tua duduk bersama mengulang ayat demi ayat, sekolah tidak lagi menjadi satu-satunya tempat pendidikan. Rumah ikut berubah menjadi ruang belajar, sementara hubungan emosional orang tua dan anak mendapatkan fondasi baru.
“Saya merasa terharu dengan adanya inovasi ini karena kegiatan seperti ini sangat positif sekali. Bukan hanya melatih kemampuan anak-anak saja, tetapi juga bisa memperkuat kedekatan emosional antara orang tua dan anak sehingga semakin banyak anak-anak kami yang berani tampil, percaya diri, dan berprestasi,” ujar Yota.
Ia berharap lomba tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan yang meriah sesaat. Menurut Yota, kedekatan keluarga dengan Al-Qur’an justru harus dibangun dari kebiasaan sehari-hari.
“Dengan adanya Lomba Tahfizd Al-Qur’an Murid Bersama Orang Tua ini akan bisa memotivasi orang tua dan anak-anak untuk terbiasa mencintai Al-Qur’an, mengajak orang tua untuk dekat dengan Al-Qur’an begitupun dengan anak-anak agar hidup di dunia dan akhirat bisa bahagia,” katanya.
Kepala SDN 21 JKA, Buyung, mengungkapkan gagasan tersebut berangkat dari program unggulan Pemko Pariaman Balad-Mulyadi, yakni “satu rumah satu hafiz” yang kemudian bermuara pada Pariaman Risalah.
Berawal dari lomba tahfiz antara murid dan orang tua di lingkungan sekolah, inovasi itu berkembang menjadi kompetisi tingkat kota. Tahun ini, sebanyak 87 SD/MI negeri dan swasta se-Kota Pariaman ikut ambil bagian.
Kini, yang dipertaruhkan bukan semata piala atau gelar juara. Ada harapan agar ayat-ayat yang dihafal di panggung lomba tidak berhenti menjadi hafalan untuk menghadapi juri, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan di rumah.
“Mudah-mudahan lomba tahfizd yang kita rintis dalam rangka mendukung program unggulan Pemko Pariaman satu rumah satu hafizd maka akan lahir qori dan qoriah, hafizd dan hafizdzah terbaik di Kota Pariaman,” pungkas Buyung.(mak).







