Sumbar  

Rp617 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah di Sumbar

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Vasko Ruseimy.
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Vasko Ruseimy.

Padang — Program bantuan revitalisasi satuan pendidikan di Sumatera Barat (Sumbar) mengalami peningkatan cukup besar pada tahun anggaran 2026. Jumlah sekolah dan satuan pendidikan yang menerima bantuan bertambah dari 337 pada 2025 menjadi 920 satuan pendidikan pada 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 173 persen, dengan total anggaran mencapai Rp617,24 miliar.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menyambut positif peningkatan cakupan program tersebut. Ia menilai bertambahnya penerima bantuan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan fasilitas pendidikan, terutama di daerah yang masih membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana.

Menurut Vasko, semakin banyak sekolah yang memperoleh dukungan berarti semakin besar pula kesempatan peserta didik mendapatkan ruang belajar yang aman, nyaman, dan layak.

“Semakin banyak sekolah yang mendapatkan perhatian, tentu semakin banyak pula anak-anak kita yang bisa belajar di lingkungan yang lebih layak, aman, dan nyaman. Karena itu, kami menyambut baik perluasan program revitalisasi ini,” ujar Vasko dalam keterangan resminya, Selasa (11/8/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan program tidak hanya terlihat dari jumlah penerima, tetapi juga dari besaran anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat. Pada 2025, sebanyak 337 satuan pendidikan di Sumbar memperoleh bantuan dengan total Rp300.066.625.429.

Sementara pada 2026, jumlah penerima melonjak menjadi 920 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp617.241.878.313. Nilai bantuan tersebut meningkat sekitar 106 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Vasko mengatakan, perluasan program menyentuh sejumlah jenjang pendidikan. Kenaikan jumlah penerima paling besar terjadi pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD). Penerima bantuan PAUD meningkat 774 persen dibandingkan 2025, sedangkan SD bertambah 228 persen. Untuk jenjang SMP, peningkatannya mencapai 53 persen.

Secara keseluruhan, pada 2026 terdapat 271 satuan pendidikan PAUD yang menerima bantuan dengan total Rp110,17 miliar. Kemudian 443 satuan pendidikan SD mendapatkan alokasi Rp245,73 miliar, 142 satuan pendidikan SMP menerima Rp172,44 miliar, serta 64 satuan pendidikan SMA dan sederajat memperoleh Rp88,89 miliar.

Menurut Vasko, besarnya perhatian terhadap PAUD dan SD menjadi langkah penting karena kedua jenjang tersebut merupakan bagian awal dalam membangun fondasi pendidikan anak.

Ia menekankan bahwa perbaikan fasilitas sekolah perlu dilakukan bersamaan dengan peningkatan mutu proses belajar mengajar serta pembentukan karakter peserta didik.

“Fondasi pendidikan harus diperkuat sejak awal. Jadi, ketika PAUD dan SD mendapatkan porsi perhatian yang lebih besar, hal itu merupakan bagian dari usaha memperkokoh dasar pendidikan anak-anak kita,” katanya.

Vasko menambahkan, revitalisasi sekolah tidak selalu berupa pembangunan gedung baru. Bantuan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan berdasarkan kondisi masing-masing satuan pendidikan, mulai dari perbaikan ruang kelas, atap, plafon, lantai, sanitasi dan toilet, pengecatan, hingga pembenahan lingkungan sekolah.

Ia menilai berbagai perbaikan tersebut tetap penting meskipun terlihat sederhana. Sebab, fasilitas seperti ruang kelas, toilet dan atap digunakan setiap hari oleh siswa maupun tenaga pendidik.

“Bisa saja kebutuhan sekolah hanya berupa perbaikan atap, pembenahan toilet, atau membuat ruang kelas menjadi lebih nyaman. Hal-hal tersebut tetap sangat penting karena digunakan setiap hari oleh anak-anak dan guru,” ujarnya.

Pemprov Sumbar, lanjut Vasko, akan terus melakukan pengawalan terhadap pelaksanaan program revitalisasi tersebut. Pemerintah daerah juga siap mendukung agar bantuan dari pemerintah pusat dapat dimanfaatkan secara optimal oleh sekolah penerima.

Menurutnya, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat dibutuhkan agar pembangunan maupun perbaikan fasilitas pendidikan dapat dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan kebutuhan nyata di lapangan.

“Ketika sekolah nyaman, anak-anak tentu lebih bersemangat belajar dan guru pun lebih nyaman mengajar. Jadi, revitalisasi bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga merupakan investasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan generasi Sumatera Barat di masa depan,” tutur Vasko.

Ia berharap peningkatan jumlah penerima bantuan revitalisasi dapat memberikan dampak langsung terhadap mutu pendidikan di Sumbar. Pemerintah, kata dia, perlu memastikan setiap bantuan yang disalurkan benar-benar menghasilkan lingkungan belajar yang lebih baik bagi siswa.

“Prinsipnya pemerintah harus selalu hadir. Apa yang bisa dikerjakan sekarang, kita kerjakan. Sementara kebutuhan yang masih memerlukan penguatan akan kita lanjutkan secara bertahap. Kita ingin semakin banyak sekolah yang layak dan semakin banyak anak Sumatera Barat memperoleh lingkungan belajar yang baik,” pungkasnya.(des*)