Padang  

Tragedi Rel KA Padang, Warga Piai Tewas Tertabrak Kereta

Seorang Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Kereta Api Pariaman Ekspres
Seorang Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Kereta Api Pariaman Ekspres

Padang – Seorang perempuan bernama Desi Fitriani (46), warga Jalan Raya Piai Tanah Sirah, Kelurahan Tanah Sirah Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Pariaman Ekspres B5 di jalur rel KM 12/700, tepatnya di depan Bundaran Universitas Negeri Padang (UNP), Kelurahan Air Tawar Timur, Kecamatan Padang Utara, pada Selasa (4/8).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.10 WIB. Korban mengalami cedera berat di bagian kepala setelah tertabrak kereta yang sedang melaju dari arah Pariaman menuju Stasiun Simpang Haru.

Kapolsek Padang Utara, AKP Yuliadi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, petugas segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.

Berdasarkan keterangan saksi, sebelum insiden terjadi korban terlihat berada di sisi rel kereta api. Saat rangkaian kereta melintas, korban diduga tiba-tiba melangkah mundur ke jalur rel, seolah kehilangan keseimbangan atau mengalami pusing.

Seorang saksi bernama Dedi mengaku telah berteriak untuk memperingatkan korban mengenai kereta yang sedang melintas. Namun, peringatan tersebut diduga tidak didengar sehingga korban tetap berada di lintasan hingga akhirnya tertabrak.

Usai kejadian, warga bersama personel Klinik Batalyon 133 memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Hermina Padang. Setelah menjalani pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat yang dialaminya.

Sementara itu, personel Polsek Padang Utara yang dipimpin Ipda Roy Fandra melakukan upaya pencarian dan menghubungi pihak keluarga korban. Sekitar pukul 15.00 WIB, polisi berhasil menghubungi keluarga yang tinggal di kawasan Piai, Kecamatan Lubuk Begalung.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 15.50 WIB, suami korban, Idam Junaidi, bersama anggota keluarga lainnya tiba di Rumah Sakit Hermina Padang untuk memastikan identitas korban sekaligus mengurus proses pemulangan jenazah.

Dari keterangan keluarga, Desi Fitriani sehari-hari bekerja sebagai relawan yang menggalang donasi bagi anak-anak yatim di sebuah yayasan. Keluarga juga menyebutkan bahwa beberapa hari sebelum kejadian korban kerap mengeluhkan kondisi tubuhnya yang sering merasa pusing.

Setelah seluruh proses identifikasi selesai dilakukan, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan. Kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, menghubungi keluarga korban, serta melaporkan peristiwa tersebut kepada pimpinan sebagai bagian dari penanganan lebih lanjut.(des*)