Padang – Pemko Padang terus memperkuat berbagai langkah untuk mewujudkan target menjadi Creative City of Gastronomy dalam jaringan UNESCO.
Untuk mendukung pencapaian tersebut, Pemko tidak hanya fokus pada sektor kuliner, tetapi juga mengembangkan berbagai subsektor ekonomi kreatif, termasuk industri fesyen dan kriya.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan Indonesia Fashion Chamber (IFC) sebagai mitra strategis dalam memperkuat ekosistem industri kreatif di Kota Padang.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat menghadiri acara gala dinner dan ramah tamah bersama pengurus serta anggota IFC dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Gadang Baiturrahmah, Padang, pada Senin (20/7/2026) malam itu juga dihadiri Ketua Dekranasda Kota Padang Dian Puspita Fadly Amran, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Ferry Erviyan Rinaldy, Ketua IFC Lenny Agustin Ernawati, jajaran dewan penasihat, serta puluhan desainer dari berbagai provinsi.
Dalam sambutannya, Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada IFC yang telah memilih Kota Padang sebagai lokasi penyelenggaraan National Board Meeting dan Inauguration Show IFC New Member yang digelar pada 19–21 Juli 2026.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sukses sekaligus memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia.
Menurut Fadly, Padang memiliki kekuatan besar berupa kekayaan budaya, sejarah, dan kuliner yang dapat menjadi modal untuk bersaing di tingkat internasional.
Namun, untuk memperoleh pengakuan sebagai kota gastronomi dunia, diperlukan dukungan dari seluruh sektor ekonomi kreatif agar tercipta industri pariwisata yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Karena itu, Pemko Padang berkomitmen mengembangkan berbagai bidang kreatif, termasuk industri mode, sebagai bagian dari strategi memperkuat identitas kota di tingkat global.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah kota juga tengah menyiapkan sejumlah agenda berskala nasional dan internasional. Salah satu program yang sedang dipersiapkan adalah Padang International Fashion Summit, yang dirancang menjadi ajang berkumpulnya desainer dan pelaku industri fesyen dari berbagai negara.
Fadly berharap IFC dapat memberikan dukungan, masukan, dan kolaborasi sehingga kegiatan tersebut dapat terealisasi dan menjadikan Padang sebagai salah satu pusat perkembangan industri fesyen di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Indonesia Fashion Chamber, Lenny Agustin Ernawati, menyambut baik inisiatif Pemerintah Kota Padang. Menurutnya, selain dikenal dengan kekayaan kuliner, Padang juga memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat industri mode nasional yang mampu menembus pasar internasional.
Ia menilai kolaborasi antara IFC dan Pemko Padang dapat menjadi langkah penting dalam mengembangkan fesyen yang mengangkat kekayaan budaya lokal. Lenny juga mencontohkan nilai arsitektur dan budaya Rumah Gadang Baiturrahmah sebagai inspirasi yang dapat diterjemahkan ke dalam karya-karya fesyen modern.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri kreatif, Kota Padang berharap mampu memperkuat posisinya sebagai destinasi yang tidak hanya unggul di bidang kuliner, tetapi juga memiliki daya saing di sektor fesyen dan ekonomi kreatif berbasis budaya. (des*)







