Jakarta – Semburan gas yang bercampur air, lumpur, dan minyak dari sebuah sumur bor menghebohkan warga Dusun Karang Anyar, Desa Serabih Timur, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Semburan tersebut mencapai ketinggian sekitar enam meter dan disertai suara gemuruh yang terdengar cukup keras.
Peristiwa ini bermula ketika seorang warga berinisial IZ (38) melakukan pengeboran sumur guna mencari sumber air untuk mengairi lahan pertanian di tengah musim kemarau. Pengeboran yang telah berlangsung selama dua hari itu mencapai kedalaman sekitar 100 meter.
Saat proses pengeboran mencapai kedalaman tersebut, muncul gelembung-gelembung udara dengan aroma menyengat dari dalam pipa. Tidak lama berselang, terjadi semburan kuat ke permukaan.
Gesekan pada pipa besi pengeboran bahkan memicu percikan api, sementara sejumlah pekerja di lokasi sempat terkena semburan lumpur dan panik menyelamatkan diri.
Menyikapi kondisi yang dinilai membahayakan, Babinsa Koramil Modung, Serka Saepudin, mengatakan seluruh aktivitas pengeboran dihentikan sementara demi menjaga keselamatan warga.
Ia menjelaskan, semburan yang diduga mengandung gas muncul setelah pengeboran mencapai kedalaman sekitar 100 meter. Semburan tersebut menjulang hingga enam meter dan sempat memunculkan percikan api, sehingga pekerjaan dihentikan untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengatakan pihak kepolisian telah memasang garis pengaman di sekitar lokasi. Polisi juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengambil sampel cairan dan gas yang keluar dari sumur guna dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Menurutnya, kandungan zat yang keluar dari lokasi pengeboran masih menunggu hasil uji resmi dari laboratorium dan instansi teknis yang berwenang.
Hingga kini, area sumur bor di Desa Serabih Timur masih dijaga dan dipantau petugas gabungan TNI-Polri. Warga diminta tidak mendekati titik semburan karena dikhawatirkan berpotensi memicu kebakaran atau membahayakan keselamatan.(des*)







