Jakarta – Dua anak dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di saluran Irigasi Singomerto, Desa Kalibenda, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Tim SAR gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian dengan menyisir aliran irigasi serta melakukan penyelaman di sejumlah titik yang dicurigai.
Kedua korban diketahui bernama Muhammad Fadli Al Fayad (10), warga Dusun Bantarsari, Desa Kalibenda, dan Zafran (12), yang juga merupakan warga Desa Kalibenda.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono, mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai dugaan tenggelamnya dua anak tersebut pada Rabu (15/7/2026) sore. Setelah menerima informasi, satu tim penyelamat dari Pos SAR Wonosobo langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian.
Berdasarkan keterangan saksi bernama Sahid (40), sekitar pukul 16.30 WIB kedua anak masih terlihat bermain di sekitar Irigasi Singomerto.
Namun, sekitar pukul 17.00 WIB, keduanya sudah tidak terlihat di area bawah Jembatan Kalibenda. Diduga mereka terpeleset hingga jatuh ke saluran irigasi dan tenggelam.
Saluran irigasi tersebut memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter dengan kondisi air yang keruh sehingga menyulitkan proses pencarian. Warga sempat berusaha mencari kedua anak secara mandiri sesaat setelah mereka dinyatakan hilang, namun hingga malam hari keberadaan korban belum berhasil ditemukan.
Karena pencarian belum membuahkan hasil, warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada tim SAR agar dilakukan penanganan lebih lanjut.
Dalam operasi pencarian, tim gabungan menyusuri sepanjang aliran irigasi sekaligus memeriksa lokasi-lokasi yang diduga menjadi titik korban terjatuh. Penyelaman juga dilakukan pada bagian saluran yang lebih dalam. Untuk mempermudah proses pencarian, pintu air irigasi telah ditutup sehingga arus di lokasi sudah berhenti.
Budiono menyebut kondisi cuaca pada Kamis (16/7/2026) cukup mendukung pelaksanaan operasi pencarian. Dengan cuaca yang cerah dan arus air yang sudah tidak mengalir, diharapkan kedua korban dapat segera ditemukan.
Hingga kini, proses pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan personel SAR gabungan bersama masyarakat setempat. Area penyisiran terus diperluas mengikuti jalur aliran Irigasi Singomerto guna menemukan kedua korban.(des*)







