Hukrim  

Ratusan Pemilik Konter Pulsa di Sumbar Diduga Jadi Korban Penipuan Delta Mobile, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Ratusan Pemilik Konter Pulsa di Sumbar Mengaku Tertipu.
Ratusan Pemilik Konter Pulsa di Sumbar Mengaku Tertipu.

Padang – Ratusan pemilik konter pulsa di berbagai daerah di Sumatera Barat mengaku menjadi korban dugaan penipuan dalam transaksi pembelian pulsa yang diduga melibatkan perusahaan Delta Mobile yang berlokasi di Jalan Veteran, Kota Padang.

Nilai kerugian yang dialami para korban bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Salah seorang korban, Afnia Lora (39), pemilik konter R2 Ncell di kawasan Batas Kota Padang Pariaman, Nagari Kasang, Kabupaten Padang Pariaman, mengaku kehilangan uang hingga ratusan ribu rupiah setelah melakukan transaksi pembelian pulsa.

Korban lainnya, Abdi Budiman Yusuf (24), yang mengelola Afra Cell di kawasan Pisang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, mengatakan kerugian yang dialaminya mencapai jutaan rupiah.

Hal serupa juga disampaikan Wahyudi (42), pemilik Aneka Celuler di kawasan Tabing, Kota Padang. Ia mengaku mengalami kerugian ratusan ribu rupiah dari transaksi yang dilakukan dalam sebulan terakhir.

Berdasarkan pengakuan para korban, kerja sama dengan perusahaan tersebut telah berlangsung sekitar empat tahun. Awalnya, seorang tenaga pemasaran menawarkan kerja sama penjualan pulsa dengan harga yang lebih kompetitif dibanding distributor lain. Tawaran itu kemudian menarik minat para pemilik konter untuk melakukan pemesanan secara rutin.

Selama beberapa tahun, proses transaksi berjalan tanpa kendala sehingga kepercayaan para pelanggan terhadap perusahaan tersebut terus meningkat. Namun, masalah mulai muncul setelah transaksi terakhir pada 19 Juni 2026.

Saat itu, sejumlah pemilik konter mengaku telah mentransfer dana, rata-rata sekitar Rp1 juta, untuk pembelian pulsa. Namun, hingga kini pulsa yang dipesan tidak pernah diterima.

Para korban kemudian berusaha menghubungi pihak perusahaan untuk meminta kejelasan. Akan tetapi, berbagai upaya tersebut disebut tidak membuahkan hasil karena tidak ada penjelasan maupun penyelesaian atas transaksi yang tertunda.

Menurut para korban, dugaan kerugian tidak hanya dialami pelaku usaha konter di Sumatera Barat, tetapi juga menimpa pemilik konter di Provinsi Riau, Sumatera Utara, serta sejumlah daerah lain di Pulau Sumatera.

Kasus ini akhirnya dilaporkan ke Polda Sumatera Barat agar dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Para korban berharap aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan dan menindaklanjuti laporan tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, jumlah korban diduga mencapai ratusan orang yang tersebar di berbagai wilayah di Sumatera Barat. Total kerugian seluruh korban diperkirakan mencapai miliaran rupiah, meski angka pastinya masih menunggu proses pendataan oleh pihak berwenang.

Selain itu, para korban menduga pemilik perusahaan telah meninggalkan lokasi. Kantor Delta Mobile di Jalan Veteran, Kota Padang, disebut dalam kondisi tutup dan terkunci. Dugaan perusahaan mengalami kebangkrutan sejauh ini masih berdasarkan keterangan para korban dan informasi yang beredar di masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Delta Mobile terkait dugaan tersebut maupun laporan yang telah disampaikan para korban.

Para korban berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap kasus ini, menemukan pihak yang bertanggung jawab, serta memberikan kepastian hukum agar kerugian yang mereka alami dapat diselesaikan.(des*)