Jakarta – OpenAI resmi memperkenalkan keluarga model kecerdasan buatan terbaru, GPT-5.6, kepada pengguna secara global. Peluncuran ini dilakukan setelah sebelumnya distribusi model tersebut dibatasi atas permintaan pemerintah Amerika Serikat selama masa pengujian terbatas.
Dalam pengumumannya pada Jumat (10/7/2026), OpenAI menghadirkan tiga varian GPT-5.6 yang ditujukan untuk kebutuhan berbeda. Model Sol diposisikan sebagai versi paling canggih, Terra dirancang untuk penggunaan sehari-hari dengan performa yang seimbang, sedangkan Luna menjadi pilihan yang lebih ekonomis dengan biaya operasional lebih rendah.
Sebelumnya, pada akhir Juni 2026, pemerintah AS meminta agar GPT-5.6 hanya dapat diakses oleh sejumlah mitra resmi yang telah memperoleh izin. Kebijakan tersebut diambil karena kemampuan model dinilai setara dengan Claude Mythos milik Anthropic, yang juga sempat dikenai pembatasan setelah diperkenalkan.
Saat itu, OpenAI menyetujui skema peluncuran terbatas sebagai langkah sementara sambil menunggu kepastian regulasi federal terkait teknologi AI generasi terbaru.
Setelah melewati fase evaluasi tersebut, perusahaan memastikan GPT-5.6 kini mulai tersedia untuk masyarakat luas melalui layanan ChatGPT, Codex, serta OpenAI API. Proses distribusi dilakukan secara bertahap dan diperkirakan selesai dalam waktu sekitar 24 jam.
OpenAI menyebut Sol sebagai model dengan performa tertinggi di keluarga GPT-5.6. Model ini diklaim mencatat hasil unggul dalam berbagai pengujian, mulai dari pemrograman, analisis berbasis pengetahuan, keamanan siber, hingga riset ilmiah. Selain itu, efisiensi penggunaan token disebut lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya maupun sejumlah model pesaing.
Perusahaan juga memperkenalkan fitur baru bernama Ultra Mode, yaitu mode performa tinggi yang memungkinkan beberapa agen AI bekerja secara bersamaan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang lebih kompleks.
Tak hanya itu, GPT-5.6 disebut memiliki peningkatan kemampuan dalam menggunakan komputer secara langsung serta memberikan penilaian desain yang lebih matang. Dengan kemampuan tersebut, model dapat melakukan pemeriksaan dan penyempurnaan hasil sebelum ditampilkan kepada pengguna.
Dalam uji Agents’ Last Exam, yang mengukur kemampuan AI menyelesaikan pekerjaan profesional di 55 bidang, OpenAI mengklaim Sol memperoleh skor 53,6 atau lebih tinggi 13,1 poin dibandingkan Claude Fable 5 buatan Anthropic.
Untuk kemampuan pemrograman, Sol juga diklaim mengungguli Claude Fable 5 sebesar 2,8 poin pada Artificial Analysis Coding Agent Index, sekaligus menghasilkan output dengan jumlah token yang jauh lebih efisien.
Di bidang keamanan siber, GPT-5.6 mencatat skor 73,5 persen pada pengujian ExploitBench2, meningkat signifikan dibandingkan GPT-5.5 yang memperoleh 47,9 persen. OpenAI menyatakan kemampuan seperti peninjauan kode yang aman dan pemodelan ancaman kini dapat diakses melalui program Trusted Access for Cyber bagi pengguna maupun organisasi yang telah terverifikasi.
Terkait aspek keamanan, OpenAI menegaskan GPT-5.6 belum melewati ambang risiko kritis pada kategori biologi maupun keamanan siber, meski memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan model sebelumnya.
Perusahaan juga menyebut proses pengujian keamanan GPT-5.6 menjadi yang paling menyeluruh sepanjang sejarah pengembangan produknya. Salah satunya dilakukan melalui red-teaming otomatis dengan total sekitar 700 ribu jam pemrosesan GPU.
Dari sisi biaya penggunaan API, model Sol ditawarkan dengan tarif US$5 per satu juta token input dan US$30 per satu juta token output. Sementara Terra dipatok US$2,5 untuk input dan US$15 untuk output, sedangkan Luna menjadi opsi paling terjangkau dengan harga US$1 per satu juta token input dan US$6 per satu juta token output.(BY)







