Kaltara – Kegiatan safari kemerdekaan yang diikuti oleh rombongan Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, menuju perbatasan Kalimantan Utara telah diwarnai oleh sebuah kejadian tragis. Salah satu peserta safari, yang merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), mengalami kecelakaan fatal saat perjalanan menuju Kecamatan Krayan.
Korban bernama Yusi Novianto, seorang ASN dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Utara, mengalami musibah saat menyeberangi Sungai Semamu dalam rangkaian perjalanan ke perbatasan. Saat ia berada di atas perahu bersama sepeda motornya, perahu tersebut tiba-tiba terguncang oleh arus deras sungai, dan Yusi Novianto akhirnya terjatuh.
Meskipun korban berusaha untuk menepi, arus sungai yang ganas karena hujan deras menyebabkan dirinya tak mampu melawan. Ia pun terbawa arus dan hilang di tengah keadaan banjir yang melanda. Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) yang terdiri dari rekannya, relawan, anggota TNI-Polri, serta pemuda Dayak, melakukan upaya pencarian korban.
Namun sayangnya, korban baru ditemukan sekitar tiga jam kemudian, sekitar pukul 15.00 Wita, sejauh tiga kilometer dari titik jatuhnya. Jenazah Yusi Novianto kemudian dibawa ke Rumah Sakit Kabupaten Malinau guna dilakukan pemeriksaan visum.
Sementara itu, rombongan gubernur tetap melanjutkan perjalanan mereka menuju Kecamatan Krayan menggunakan motor trail. Tujuan utama perjalanan ini adalah untuk menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia di perbatasan. Selama perjalanan, rombongan juga akan meninjau kondisi jalan dan merencanakan upacara penaikan bendera di Krayan, yang merupakan titik perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.
Kecelakaan yang menimpa Yusi Novianto menjadi pengingat akan risiko dan tantangan yang dapat muncul dalam menjalani perjalanan di wilayah ekstrim seperti Kalimantan Utara. Meskipun tragedi ini telah menyelimuti rangkaian acara kemerdekaan, semangat untuk terus merayakan dan menghormati kemerdekaan tetap menjadi fokus utama.(dj)






