Dukung Pertanian Berkelanjutan, Unand Serahkan Teknologi Pompa Air ke Petani Solok

Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Unand Hadirkan Pompa Irigasi Tenaga Surya.
Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Unand Hadirkan Pompa Irigasi Tenaga Surya.

Solok – Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Universitas Andalas kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digelar pada Senin, 25 Mei 2026, di Rimbo Tinggi, Jorong Galagah, Nagari Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari Universitas Andalas bersama Kelompok Tani Kumbang Jantan, dengan mengangkat tema “Implementasi Teknologi Pompa Air Tenaga Surya untuk Mendukung Ketahanan Air Pertanian Bawang di Nagari Alahan Panjang Kabupaten Solok”.

Program pengabdian tersebut difokuskan pada penerapan prototipe pompa irigasi tenaga surya portabel sebagai solusi atas permasalahan utama petani bawang merah, yakni keterbatasan akses air serta kesulitan dalam membawa pompa berbahan bakar solar ke area lahan pertanian.

Melalui inovasi ini, petani diharapkan dapat memanfaatkan sistem irigasi yang lebih praktis, hemat energi, ramah lingkungan, serta lebih efisien dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Acara diawali dengan sambutan dari Prof. Rusnam yang mewakili Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Universitas Andalas. Ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata berbasis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus hadir memberikan kontribusi langsung melalui inovasi teknologi tepat guna yang mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan,” ujarnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL) serta perwakilan Kelompok Tani Kumbang Jantan. Mereka menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut dan berharap inovasi ini mampu membantu mengatasi persoalan irigasi yang selama ini menjadi tantangan utama, terutama saat musim kemarau.

Selanjutnya, Delvi Yanti selaku dosen Departemen TPB memberikan pemaparan mengenai spesifikasi, fungsi, serta cara kerja pompa irigasi tenaga surya portabel. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan energi surya menjadi alternatif yang lebih ekonomis dan berkelanjutan dibandingkan bahan bakar fosil.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi langsung di salah satu lahan milik anggota kelompok tani. Mahasiswa Teknik Pertanian dan Biosistem turut mendampingi jalannya praktik penggunaan alat. Dalam uji coba tersebut, pompa berhasil mengalirkan air dari sumur penampungan warga menuju lahan bawang secara lancar dan optimal.

Selain demonstrasi, tim pengabdian juga memberikan pendampingan teknis terkait instalasi, pengoperasian, hingga perawatan alat. Kegiatan ini menjadi sarana transfer pengetahuan dan teknologi dari perguruan tinggi kepada masyarakat, khususnya petani bawang merah di Kabupaten Solok.

Perwakilan Kelompok Tani Kumbang Jantan, Fajrin Uthama Malik, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh tim dari Universitas Andalas.

“Mewakili seluruh anggota kelompok, kami sangat mengapresiasi kehadiran dan pendampingan dari Bapak/Ibu Universitas Andalas. Inovasi ini sangat membantu kami di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa teknologi pompa air tenaga surya sangat sesuai dengan kondisi pertanian di wilayah dataran tinggi seperti Alahan Panjang, yang kerap menghadapi kendala ketersediaan air.

“Dengan adanya teknologi ini, beban operasional menjadi lebih ringan dan masalah kekurangan air di lahan dapat terbantu,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan petani dapat terus berlanjut melalui program pendampingan serta pengembangan inovasi lainnya.

“Sinergi antara akademisi dan petani sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti di sini,” tuturnya.

Usai demonstrasi, kegiatan ditutup dengan penyerahan alat kepada kelompok tani sebagai bentuk dukungan nyata pengembangan pertanian berbasis teknologi di Nagari Alahan Panjang. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan ramah tamah dalam suasana penuh keakraban.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadirkan inovasi teknologi pertanian yang lebih adaptif, efisien, serta mampu memperkuat ketahanan sektor pertanian di Kabupaten Solok.(des*)