Pulpis  

Berlumpur dan Tergenang, Akses Jalan Sei Baru Tewu Kian Memprihatinkan

Akses Jalan Sei Baru Tewu Kian Memprihatinkan
Akses Jalan Sei Baru Tewu Kian Memprihatinkan

Pulang Pisau, fajarharapan.id – Kondisi infrastruktur jalan di Desa Sei Baru Tewu, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, semakin memprihatinkan. Ruas jalan sepanjang kurang lebih 400 meter mengalami kerusakan berat, berlumpur, dan kerap tergenang air, sehingga mengganggu aktivitas warga, Selasa (28/4/2026).

Sebagian besar badan jalan masih berupa tanah tanpa lapisan aspal. Ketika hujan turun, permukaan jalan berubah menjadi licin dan becek, membuat kendaraan sulit melintas. Kondisi ini tidak hanya memperlambat mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

Warga setempat mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung lama tanpa penanganan serius. Mereka menyebut kendaraan kerap terjebak lumpur, terutama saat curah hujan tinggi.

“Kalau hujan, jalan tidak bisa dilewati dengan lancar. Kendaraan sering terperosok,” ujar salah seorang warga.

Selain itu, sekitar 100 meter dari ruas jalan tersebut juga kerap terendam air pasang. Genangan yang menutup badan jalan menyebabkan akses warga terputus sementara, terutama saat debit air meningkat.

Kerusakan jalan semakin parah dengan adanya lubang-lubang dalam di sejumlah titik. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan, khususnya bagi pengendara pada malam hari atau saat lubang tertutup air.

Warga juga menyoroti kondisi jalan hasil proyek pengaspalan tahun 2024 yang menghubungkan Desa Mintin dengan Sei Baru Tewu. Jalan tersebut kini kembali mengalami kerusakan dan berlubang, diduga akibat minimnya perawatan pasca pembangunan.

Padahal, ruas jalan ini memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung menuju penyeberangan feri ke arah Pangkoh. Aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat sangat bergantung pada akses tersebut.

Masyarakat mengaku telah berulang kali mengusulkan perbaikan melalui forum musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). Namun hingga kini, realisasi perbaikan belum terlihat.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, mulai dari pengaspalan ulang hingga pembenahan sistem drainase agar jalan tidak lagi tergenang saat hujan maupun pasang air.(*)