Jakarta – Sistem pendingin pada mobil, khususnya radiator, memiliki peran penting dalam menjaga suhu mesin tetap stabil. Komponen ini menjadi sangat krusial di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, baik pada kendaraan berbahan bakar bensin, diesel, maupun hybrid.
Radiator bekerja dengan mengalirkan cairan pendingin (coolant) ke mesin untuk menyerap panas. Setelah itu, cairan tersebut membawa panas ke bagian radiator untuk dilepaskan ke udara luar saat mobil sedang berjalan.
Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, menjelaskan bahwa proses sirkulasi ini berlangsung terus-menerus selama mesin bekerja. “Cairan yang membawa panas masuk ke upper tank, lalu dialirkan ke radiator core untuk melepaskan panas ke udara dari bagian depan kendaraan saat mobil bergerak,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kipas radiator berfungsi membantu mempercepat proses pendinginan. Setelah suhu kembali normal, coolant akan kembali ke mesin untuk menyerap panas berikutnya secara berulang.
Penyebab radiator tidak bekerja optimal
Namun, kinerja radiator bisa menurun akibat beberapa faktor. Salah satunya adalah penumpukan kotoran di dalam sistem pendingin yang menyebabkan saluran tersumbat. Hal ini sering terjadi akibat penggunaan cairan radiator yang tidak sesuai standar.
Selain itu, kerusakan pada water pump juga dapat mengganggu aliran coolant, baik karena kebocoran maupun kerusakan pada bagian impeller. Komponen lain seperti thermostat yang tidak berfungsi juga dapat membuat suhu mesin tidak terkontrol.
Tidak hanya itu, fan belt yang putus atau bermasalah bisa menghentikan kerja water pump, sehingga sirkulasi cairan pendingin terhenti.
Tanda-tanda radiator mobil mulai bermasalah
Ada beberapa gejala yang dapat menjadi peringatan dini. Salah satunya adalah cairan coolant yang cepat berkurang, biasanya akibat kebocoran pada sistem pendingin.
Selang radiator yang retak juga menjadi indikasi umum, terutama jika tekanan di dalam sistem terlalu tinggi akibat sumbatan. Tanda lainnya adalah munculnya cairan di bawah mobil saat kendaraan diparkir.
Kondisi radiator yang berkarat atau mengalami korosi juga menunjukkan adanya kerusakan yang dapat mengganggu proses pendinginan. Selain itu, tutup radiator yang kotor atau berlumpur menandakan kualitas cairan sudah menurun.
Indikator paling jelas biasanya terlihat pada jarum suhu mesin yang naik melebihi batas normal. Jika ini terjadi, pengemudi disarankan segera menghentikan kendaraan untuk mencegah kerusakan lebih parah.
Risiko jika dibiarkan dan cara mencegah
Jika tidak segera ditangani, kerusakan radiator dapat menyebabkan mesin overheat hingga menurunkan performa kendaraan bahkan merusak komponen mesin lainnya.
Untuk mencegah hal tersebut, pemilik kendaraan disarankan menggunakan coolant sesuai spesifikasi pabrikan, melakukan pengecekan rutin, serta mengganti cairan secara berkala. Pemeriksaan komponen seperti water pump, thermostat, dan fan belt juga penting dilakukan secara berkala di bengkel terpercaya agar sistem pendingin tetap optimal.(BY)






