Sering Makan Gorengan? Tan Shot Yen Ungkap Risiko Kesehatannya

Memasak makanan dengan cara digoreng bisa menurunkan kualitas gizi sekaligus memicu risiko kesehatan dalam jangka panjang.
Memasak makanan dengan cara digoreng bisa menurunkan kualitas gizi sekaligus memicu risiko kesehatan dalam jangka panjang.

JakartaDokter sekaligus pakar gizi, Tan Shot Yen, mengingatkan masyarakat tentang kebiasaan memasak makanan dengan cara digoreng yang masih sering menjadi pilihan dalam menu sehari-hari keluarga.

Menurutnya, teknik memasak ini tidak hanya memengaruhi kandungan gizi, tetapi juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan jika dilakukan terus-menerus.

Ia menjelaskan bahwa nutrisi dalam makanan sebenarnya tidak hilang saat digoreng, melainkan mengalami perubahan bentuk menjadi lemak trans yang berbahaya bagi tubuh.

Lebih lanjut, proses penggorengan, terutama dengan metode deep frying, dapat menghasilkan zat berbahaya yang berpotensi memicu kanker. Senyawa tersebut berasal dari akrilamida dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH), yang terbentuk ketika makanan yang mengandung karbohidrat atau protein dipanaskan pada suhu tinggi.

PAH sendiri dikenal sebagai kelompok senyawa polutan organik yang memiliki sifat karsinogenik dan mutagenik tinggi, sehingga berisiko bagi kesehatan manusia.

Tan juga menyoroti dampak konsumsi gorengan secara berlebihan, terutama pada anak-anak. Kebiasaan ini dapat mengganggu penyerapan nutrisi, sehingga dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan masalah gizi.

Kondisi kekurangan gizi sejak dini dapat berdampak pada pertumbuhan anak, seperti gangguan perkembangan, tubuh terlalu kurus atau justru obesitas, tinggi badan tidak optimal, hingga daya tahan tubuh yang lemah.

Sebagai solusi, ia menyarankan metode memasak yang lebih sehat, seperti mengukus, merebus, atau mengolah makanan berkuah dan pepes. Cara ini dinilai lebih baik karena dapat mengurangi asupan lemak jahat dari makanan.

Selain itu, menurut World Cancer Research Fund, cara pengolahan makanan memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan. Menggoreng dengan banyak minyak, misalnya, dapat meningkatkan jumlah kalori secara signifikan dibanding metode memasak lainnya.

Hal ini terjadi karena makanan yang digoreng biasanya menyerap minyak dan kehilangan kandungan air, sehingga kadar lemak dan kalorinya meningkat.

Oleh karena itu, memilih teknik memasak yang lebih sehat seperti mengukus, merebus, atau memasak dengan kuah menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas gizi makanan sekaligus kesehatan tubuh.(BY)