Sumut  

Sri Pranoto Ajak PPAT Perkuat Kolaborasi dan Integritas dalam Layanan Pertanahan

.

Medan, Fajarharapan.id – Semangat penguatan kolaborasi mewarnai Seminar Upgrading IPPAT Sumatera Utara yang dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Utara, Sri Pranoto. Dalam kegiatan tersebut, ia mengajak Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk memperkuat sinergi bersama ATR/BPN demi meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Sri Pranoto menekankan bahwa tantangan di sektor pertanahan ke depan membutuhkan pola kerja yang lebih dari sekadar administratif. Ia mendorong terbangunnya kemitraan strategis yang bertumpu pada sistem digital, integrasi data, serta komitmen integritas yang kuat.

Menurutnya, sinergi yang dibangun harus mencakup berbagai aspek, mulai dari pengembangan ekosistem layanan digital, penggunaan data tunggal sebagai rujukan bersama, hingga kolaborasi dalam mengantisipasi risiko hukum. Selain itu, standarisasi kerja dan profesionalisme PPAT juga menjadi kunci penting dalam menjaga kualitas layanan.

“Hubungan PPAT dan ATR/BPN harus berkembang menjadi kolaborasi strategis yang saling menguatkan,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti capaian transformasi layanan pertanahan di Sumatera Utara yang terus mengalami perbaikan. Digitalisasi yang berjalan dinilai mampu mempercepat proses layanan sekaligus meningkatkan akurasi dan transparansi.

Tak hanya itu, sistem elektronik yang diterapkan saat ini juga berperan sebagai mekanisme pengendalian untuk meminimalisir potensi permasalahan hukum dalam pelayanan pertanahan.

Dalam membangun kolaborasi yang kuat, BPN Sumatera Utara membuka berbagai ruang sinergi dengan PPAT, seperti integrasi data, forum konsultasi teknis, hingga penyelesaian persoalan secara bersama.

Menariknya, Sri Pranoto juga mengangkat filosofi lokal “Dalihan Na Tolu” sebagai dasar membangun hubungan kerja yang harmonis. Nilai tersebut menekankan pentingnya keseimbangan, tanggung jawab, dan kehormatan dalam setiap peran.

“BPN, PPAT, dan masyarakat adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Kepercayaan dan integritas harus menjadi fondasi utama,” katanya.

Sebagai penutup, ia menyampaikan pesan, “Jolo maradat, asa maradat,” yang mengandung makna bahwa kepatuhan terhadap aturan adalah kunci menjaga martabat dan profesionalisme.