Kenali Dampak Hb Rendah, Dari Pusing hingga Jantung Berdebar

Ada sejumlah hal yang terjadi pada tubuh jika kadar Hb atau hemoglobin rendah di dalam tubuh.
Ada sejumlah hal yang terjadi pada tubuh jika kadar Hb atau hemoglobin rendah di dalam tubuh.

JakartaHemoglobin (Hb) merupakan protein penting dalam sel darah merah yang berperan membawa oksigen ke seluruh tubuh. Karena fungsinya vital, kadar Hb perlu dijaga agar tetap dalam batas normal.

Mengacu pada Cleveland Clinic, kadar Hb normal pada pria berkisar 14,0–17,5 g/dL, sedangkan pada wanita sekitar 12,3–15,3 g/dL. Jika angkanya berada di bawah batas tersebut, kondisi ini umumnya dikenal sebagai anemia.

Anemia bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kekurangan zat besi, defisiensi vitamin B12, penyakit kronis, hingga kondisi tertentu seperti menstruasi pada perempuan.

Dampak yang Terjadi Saat Hb Rendah

Berikut beberapa efek yang dapat dirasakan tubuh ketika kadar Hb menurun:

1. Mudah pusing
Dilansir dari Health.com, kadar Hb rendah dapat membuat seseorang sering merasa pusing. Hal ini terjadi karena otak tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup. Dalam kondisi tertentu, bahkan bisa menyebabkan pingsan.

2. Cepat lelah dan lemas
Kurangnya sel darah merah membuat tubuh kekurangan energi. Akibatnya, penderita anemia sering merasa lelah dan lemah meski tidak melakukan aktivitas berat.

3. Wajah tampak pucat
Kulit yang terlihat pucat, termasuk pada bibir dan bagian dalam kelopak mata, bisa menjadi tanda Hb rendah. Tingkat kepucatan ini bisa berbeda pada setiap orang.

4. Otot terasa lemah
Kurangnya aliran oksigen ke jaringan tubuh juga dapat menyebabkan otot terasa lemah. Selain itu, tangan dan kaki bisa terasa dingin atau sering kesemutan.

5. Jantung berdebar
Saat Hb rendah, jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan detak jantung menjadi lebih cepat atau terasa berdebar.

Cara Mengatasi Hb Rendah

Penanganan Hb rendah bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Namun, beberapa langkah umum yang sering dilakukan antara lain:

1. Transfusi darah
Metode ini biasanya diberikan pada kasus anemia berat untuk meningkatkan kadar Hb secara cepat.

2. Asupan vitamin dan nutrisi
Mengonsumsi makanan kaya zat besi, vitamin B12, dan folat dapat membantu meningkatkan produksi sel darah merah. Contohnya seperti hati ayam atau sapi, daging, serta sayuran hijau.

3. Terapi eritropoietin
Terapi hormon ini bertujuan merangsang pembentukan sel darah merah dan umumnya digunakan pada penderita anemia akibat gangguan ginjal serius.

Menjaga kadar Hb tetap normal sangat penting untuk memastikan tubuh berfungsi optimal. Jika mengalami gejala seperti mudah lelah, pusing, atau pucat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.(BY)