Pantau Arus Balik Lebaran, Jasa Raharja Perkuat Koordinasi Nasional di Pusat Kendali Tol

Jakarta, fajarharapan.id – Mengantisipasi lonjakan arus balik Idulfitri 2026, Jasa Raharja bersama sejumlah instansi strategis nasional melakukan pemantauan terpadu dari pusat kendali lalu lintas di ruas tol Jakarta–Cikampek. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan perjalanan masyarakat kembali ke ibu kota berlangsung aman dan lancar.

Kegiatan pemantauan tersebut berlangsung di Jasamarga Toll Road Command Center KM 29 Bekasi, yang menjadi pusat kontrol lalu lintas berbasis teknologi. Dari lokasi ini, kondisi arus kendaraan dapat dipantau secara langsung untuk mendukung pengambilan keputusan cepat terkait rekayasa lalu lintas.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin bersama Direktur Operasional Ariyandi, mendampingi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono.

Kapolri menjelaskan bahwa pengendalian arus balik dilakukan dengan pendekatan berbasis data, termasuk rasio volume kendaraan terhadap kapasitas jalan (V/C ratio) serta pemantauan intensif di titik-titik krusial. Hingga siang hari, jumlah kendaraan yang kembali ke Jakarta telah menembus angka lebih dari dua juta unit.

Menurutnya, masih terdapat sisa kendaraan dari total yang meninggalkan Jakarta selama periode mudik, sehingga diperlukan strategi lanjutan untuk mengurai kepadatan, terutama menjelang akhir masa arus balik.

Ia juga mengungkapkan bahwa puncak arus balik tertinggi terjadi pada malam sebelumnya dengan jumlah kendaraan yang melintas mencapai lebih dari 250 ribu unit, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini mendorong penyesuaian rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan sistem one way secara bertahap sesuai dinamika di lapangan.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa secara umum tren keselamatan selama masa siaga Lebaran tahun ini menunjukkan perbaikan signifikan. Angka fatalitas kecelakaan tercatat mengalami penurunan cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam periode 12 hari pelaksanaan siaga angkutan Lebaran, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan turun menjadi 228 orang dari sebelumnya 318 pada tahun lalu.

Penurunan ini dinilai sebagai hasil dari sinergi berbagai pihak dalam meningkatkan pengawasan dan pelayanan di lapangan.
Selain itu, Jasa Raharja juga telah menyalurkan santunan kepada ratusan korban kecelakaan dengan total nilai mencapai lebih dari Rp11 miliar. Santunan tersebut diberikan kepada ahli waris sebagai bentuk perlindungan dasar negara kepada masyarakat pengguna jalan.

Meski tren menunjukkan perbaikan, Awaluddin mengingatkan bahwa potensi risiko masih cukup tinggi, terutama pada pengguna kendaraan roda dua. Faktor kelelahan pengemudi akibat perjalanan panjang serta kondisi kendaraan yang kurang prima menjadi penyebab dominan kecelakaan.

Untuk itu, Jasa Raharja terus mengoptimalkan kesiapan petugas di berbagai titik rawan guna memastikan penanganan korban kecelakaan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat, termasuk dalam proses administrasi santunan.

Memasuki sisa periode arus balik, Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menjaga keselamatan transportasi. Kolaborasi erat antara kepolisian, kementerian terkait, dan operator jalan tol dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan arus balik yang tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.(*)