Jakarta – Sony dikabarkan tengah menyiapkan inovasi baru dalam teknologi grafis konsol PlayStation, dengan fokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Salah satu fitur yang sedang dikembangkan adalah teknologi peningkatan frame berbasis machine learning, yang bertujuan membuat tampilan game lebih halus tanpa perlu peningkatan besar pada perangkat keras.
Informasi ini disampaikan oleh arsitek utama PlayStation, Mark Cerny, dalam sebuah wawancara yang juga dibahas oleh Digital Foundry. Ia mengungkapkan bahwa Sony bekerja sama dengan AMD melalui proyek bernama Project Amethyst. Kolaborasi ini bertujuan menciptakan teknologi grafis dan AI yang dioptimalkan khusus untuk konsol PlayStation.
Pengembangan tersebut berkaitan dengan generasi terbaru teknologi grafis AMD, termasuk lini FSR Redstone yang akan datang. Teknologi ini tidak hanya mencakup peningkatan resolusi (upscaling), tetapi juga frame generation serta teknik ray reconstruction untuk meningkatkan kualitas visual.
Sony sendiri sebelumnya telah memiliki teknologi serupa bernama PSSR (PlayStation Spectral Super Resolution), yang berfungsi meningkatkan resolusi gambar. Dengan pengembangan terbaru ini, Sony tidak memulai dari nol, melainkan memperluas kemampuan yang sudah ada agar lebih canggih dengan dukungan AI.
Meski demikian, fitur ini diperkirakan belum akan hadir dalam waktu dekat. Cerny menyebutkan bahwa hingga akhir 2026 belum ada implementasi baru yang siap dirilis, namun proses pengembangannya sudah berjalan dan menunjukkan arah yang menjanjikan.
Teknologi frame generation berbasis AI sebenarnya bukan hal baru. Di platform PC, fitur serupa telah digunakan oleh berbagai teknologi seperti NVIDIA DLSS dan solusi milik AMD. Teknologi ini bekerja dengan menciptakan frame tambahan di antara frame asli, sehingga animasi terlihat lebih mulus meskipun frame rate dasar tidak terlalu tinggi.
Jika dihadirkan ke konsol, teknologi ini berpotensi meningkatkan pengalaman bermain dengan menyeimbangkan kualitas grafis dan performa, terutama karena game modern semakin menuntut spesifikasi tinggi.
Hingga saat ini, Sony belum mengungkapkan jadwal pasti peluncuran teknologi tersebut. Namun, banyak yang memperkirakan fitur ini akan menjadi bagian penting dari generasi PlayStation berikutnya, seiring strategi perusahaan yang semakin mengandalkan AI untuk mengoptimalkan kinerja perangkat.(BY)






