Hizbullah Siap Hadapi Rencana Israel Kuasai Selatan Lebanon

Rencana Israel untuk merebut wilayah Lebanon selatan memicu perlawanan keras dari Hizbullah.
Rencana Israel untuk merebut wilayah Lebanon selatan memicu perlawanan keras dari Hizbullah.

Jakarta – Rencana Israel untuk menguasai wilayah selatan Lebanon memicu reaksi keras dari Hizbullah. Kelompok militan tersebut menegaskan tidak akan tinggal diam dan siap melawan jika wilayahnya diserbu.

Pernyataan ini muncul setelah Israel dikabarkan tengah menyiapkan operasi darat besar-besaran hingga mencapai Sungai Litani.

Hizbullah menilai langkah itu sebagai ancaman serius bagi keberlangsungan Lebanon dan bertekad menghadapi agresi tersebut dengan segenap kemampuan mereka.

“Kami tidak punya opsi lain selain melindungi tanah ini dan menghadapi setiap agresi,” ujar anggota parlemen senior Hizbullah, Hassan Fadlallah.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terbuka menyampaikan rencana pemerintahannya untuk menguasai bagian selatan Lebanon hingga Sungai Litani. Wilayah tersebut mencakup hampir 10 persen dari keseluruhan Lebanon dan direncanakan menjadi “zona pertahanan” Israel.

Dalam pertemuan dengan para pemimpin militer, Katz menyebut Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan mengontrol jembatan-jembatan penting serta membentuk zona keamanan sejauh sekitar 30 km dari perbatasan.

Di lapangan, ketegangan sudah tampak. Laporan menyebut Israel telah mengebom lima jembatan di Sungai Litani sejak pertengahan Maret dan mempercepat penghancuran rumah-rumah di desa-desa dekat perbatasan Lebanon. Tindakan ini menuai kritik karena dianggap melanggar hukum internasional yang melindungi infrastruktur sipil.

Kekhawatiran dunia internasional juga meningkat. Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menilai pernyataan Katz sangat mengkhawatirkan dan bukan kabar yang diinginkan oleh masyarakat Lebanon, khususnya warga di wilayah selatan.(des*)