Jakarta – PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) membukukan kinerja yang cukup menggembirakan selama masa angkutan Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H. Total volume pengiriman tercatat mencapai 5.740 ton, mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan logistik yang terpercaya, terutama dalam menunjang distribusi barang selama periode Lebaran.
Manager Marketing & Sales Courier KAI Logistik, Ayi Suryandi, menjelaskan bahwa selama periode tersebut, pengiriman didominasi oleh layanan paket dengan jumlah lebih dari 275.412 kiriman. Selain itu, terdapat pula pengangkutan 13.435 hewan peliharaan serta 9.110 unit sepeda motor. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya sebatas pengiriman barang, tetapi juga mencakup mobilitas pribadi dan layanan khusus seperti pengiriman hewan.
1. Kota dengan Tujuan Pengiriman Terbesar
Puncak aktivitas pengiriman terjadi pada pekan ketiga Ramadan, dengan volume mencapai sekitar 1.600 ton atau lebih dari 86.000 pengiriman. Lonjakan ini menandakan meningkatnya aktivitas distribusi serta persiapan masyarakat menjelang hari raya.
Beberapa kota dengan tingkat pengiriman tertinggi antara lain Jakarta, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Semarang, dan Malang. Kota-kota tersebut menjadi pusat pergerakan logistik, khususnya di Pulau Jawa, selama periode Lebaran.
Selain itu, terjadi peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada pekan terakhir Ramadan hingga Idul Fitri tahun ini, jumlah pengiriman mencapai 95.721 koli, naik sekitar 68% dibandingkan tahun lalu yang tercatat 57.143 koli. Kenaikan ini mencerminkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI Logistik.
Ayi juga menyampaikan bahwa setelah masa mudik berakhir dan arus balik dimulai, pihaknya siap kembali mengoptimalkan layanan mulai 25 Maret 2026. Menurutnya, arus balik tetap menjadi momen krusial untuk memastikan kelancaran distribusi barang, baik bagi individu maupun pelaku usaha.
2. Tren Pengiriman yang Terus Meningkat
Untuk menghadapi periode penting tersebut, KAI Logistik telah mempersiapkan operasional secara menyeluruh. Kesiapan ini mencakup peningkatan sumber daya manusia, optimalisasi sarana dan prasarana, serta penguatan sistem layanan.
Langkah-langkah yang dilakukan antara lain penempatan petugas di titik layanan utama, peningkatan koordinasi antar wilayah, serta pengawasan yang lebih ketat guna menjamin keamanan dan ketepatan waktu pengiriman. Selain itu, kesiapan armada dan kapasitas angkut juga ditingkatkan untuk mengantisipasi lonjakan volume selama arus balik.
Ayi menegaskan bahwa tren positif selama Ramadan dan Idul Fitri menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan logistik berbasis kereta api. Ia menambahkan bahwa KAI Logistik siap berperan lebih besar dalam mendukung arus balik dengan layanan yang aman, tepat waktu, dan dapat diandalkan.(BY)






