Jakarta – Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i, menyatakan pemerintah akan merelokasi pesantren yang terdampak bencana di Tegal, Jawa Tengah.
Kementerian Agama akan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk membangun kembali pesantren di lokasi yang aman dari risiko bencana.
Romo menjelaskan, pengelola pesantren telah menyiapkan lahan baru seluas tiga hektare di wilayah bebas bencana. Saat ini, proses pembebasan lahan baru telah terealisasi sekitar 5.000 meter persegi dan masih perlu diperluas.
“Setelah lahan selesai dibebaskan, pembangunan akan dilakukan bersama oleh Kementerian Agama dan Kementerian PU, sehingga pesantren dapat berdiri kembali di lokasi yang aman,” ujar Romo, Senin (16/2/2026).
Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen memulihkan pesantren dan rumah ibadah yang terdampak bencana.
“Setiap bencana besar pasti berdampak pada pesantren dan rumah ibadah. Oleh karena itu, tahap awal kami langsung menyalurkan bantuan melalui program Kemenag Peduli,” tambahnya.
Bantuan yang diberikan berasal dari berbagai tingkatan di Kemenag, yaitu: Kantor Kemenag Kabupaten Tegal sekitar Rp20 juta, Kantor Wilayah Kemenag Jawa Tengah Rp100 juta, Kemenag pusat melalui program peduli bencana Rp250 juta, serta tambahan Rp100 juta dari Direktorat Pondok Pesantren.
Menurut Romo, bantuan awal ini bersifat tanggap darurat. Selanjutnya, pesantren terdampak akan mengajukan proposal resmi, yang kemudian dikaji untuk menentukan kebutuhan mendesak agar operasional dapat kembali berjalan normal.(des*)






