Kota Pariaman – Setelah menunggu lebih dari tujuh tahun dalam ketidakpastian, harapan para petani di wilayah Marabau akhirnya menemukan titik terang.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy bersama Wali Kota Pariaman Yota Balad meninjau langsung mengalirnya kembali Saluran Irigasi Anai II di Desa Marabau, Kecamatan Pariaman Selatan, Rabu siang (11/2/2026), yang selama bertahun-tahun hanya menyisakan saluran kering dan kegelisahan petani.
Mengalirnya kembali air di saluran irigasi tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi menjadi simbol kebangkitan harapan masyarakat tani yang selama ini terpaksa bertahan dengan keterbatasan air.
Perbaikan yang dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, sebagai unit pelaksana teknis Kementerian Pekerjaan Umum, menjadi jawaban atas penantian panjang yang dirasakan masyarakat di wilayah tersebut.
Antusiasme warga tampak begitu kuat ketika air mulai mengalir deras di saluran Irigasi Anai II. Bagi petani, air bukan hanya kebutuhan teknis pertanian, tetapi sumber kehidupan yang menentukan keberlangsungan ekonomi keluarga.
Selama bertahun-tahun, banyak lahan pertanian yang tidak dapat dimanfaatkan secara optimal akibat terputusnya pasokan air irigasi.
Kehadiran Wakil Gubernur Vasco Ruseimy dan Wali Kota Pariaman Yota Balad di lokasi menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap persoalan mendasar masyarakat tani.
Peninjauan ini sekaligus memastikan bahwa perbaikan irigasi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi petani yang selama ini menaruh harapan besar terhadap normalisasi saluran tersebut.
Dengan kembali berfungsinya Irigasi Anai II, para petani di Desa Marabau dan sejumlah wilayah lain yang dilalui saluran ini diperkirakan dapat meningkatkan produktivitas pertanian.
Ketersediaan air yang stabil diyakini mampu mendorong intensitas tanam serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat setempat.
Selama irigasi tidak berfungsi, sebagian petani terpaksa mengurangi luas lahan garapan, bahkan ada yang beralih profesi demi bertahan hidup. Kondisi tersebut menjadi pukulan berat bagi sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat pedesaan di kawasan tersebut.
Kini, dengan derasnya aliran air yang kembali menyentuh sawah-sawah petani, optimisme baru mulai tumbuh.
Pemerintah daerah berharap perbaikan infrastruktur irigasi ini tidak hanya menghidupkan kembali sektor pertanian, tetapi juga menjadi fondasi penguatan ekonomi masyarakat sekaligus memastikan keberlanjutan ketahanan pangan di wilayah Kota Pariaman dan sekitarnya.(mak).







