Roma Turunkan Batas Kecepatan Jadi 30 Km/Jam, Demi Jalanan Lebih Aman dan Bersih

Kota Ini Batasi Kecepatan Maksimal 30 Km Per Jam, Tekan Kecelakaan dan Polusi.
Kota Ini Batasi Kecepatan Maksimal 30 Km Per Jam, Tekan Kecelakaan dan Polusi.

ROMA – Otoritas Kota Roma resmi menerapkan kebijakan baru dengan menurunkan batas kecepatan kendaraan menjadi maksimal 30 kilometer per jam. Kebijakan ini diambil sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus mengurangi tingkat polusi udara dan kebisingan di ibu kota Italia tersebut.

1. Kecepatan Diturunkan di Jantung Kota

Mengutip laporan Reuters, aturan pembatasan kecepatan ini mulai diberlakukan pada Kamis (15/1/2026) dan mencakup seluruh kawasan pusat bersejarah Roma. Sebelumnya, kendaraan masih diperbolehkan melaju hingga 50 km/jam di ruas-ruas jalan yang padat oleh penduduk, wisatawan, dan arus kendaraan.

Kepala Dinas Transportasi Roma, Eugenio Patane, menilai infrastruktur kota sudah tidak lagi cocok dengan pola lalu lintas modern. “Jalan-jalan ini dirancang untuk jenis mobil yang kini sudah tidak ada lagi. Menurunkan kecepatan berarti menyelamatkan nyawa,” ujarnya kepada Corriere della Sera.

Statistik menunjukkan bahwa kebut-kebutan menjadi faktor dalam sekitar 7,5 persen kecelakaan lalu lintas di Roma. Karena itu, pemerintah kota berharap aturan baru ini dapat menekan risiko fatal di jalan raya.

Roma mengikuti jejak sejumlah ibu kota Eropa lain seperti London, Brussel, Paris, dan Helsinki yang lebih dulu menerapkan zona lambat demi menciptakan lingkungan jalan yang lebih aman, meski sempat mendapat penolakan dari sebagian pengendara.

Efek positif kebijakan serupa sudah terlihat di Bologna, Italia utara. Setelah menjadi kota besar pertama di negara itu yang menerapkan batas 30 km/jam pada Januari 2024, angka kecelakaan di sana turun 13 persen, sementara jumlah korban meninggal merosot hampir 50 persen dalam setahun.

Wali Kota Roma, Roberto Gualtieri, sejak menjabat pada 2021 gencar memperbanyak kamera pengawas kecepatan dan mendorong warga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Langkah ini diambil seiring meningkatnya kekhawatiran publik terhadap keselamatan dan emisi kendaraan.

Pada November lalu, Mahkamah Agung Italia bahkan memutuskan bahwa warga yang tinggal di sekitar jalan lingkar kota yang padat berhak menerima kompensasi hingga 10.000 euro akibat paparan kebisingan dan polusi partikel yang berlebihan.

Pemerintah setempat memperkirakan, penerapan batas kecepatan baru ini dapat menurunkan tingkat kebisingan di pusat kota Roma sekitar dua desibel, sekaligus menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih ramah bagi warganya.(BY)