Blog  

Tommy Raymen Desak Pemerintah Pusat Bertindak Cepat: Tetapkan Bencana Nasional, Rakyat Tidak Bisa Menunggu

Labuhanbatu, Fajarharapan.id – Bencana banjir bandang dan longsor yang meluluhlantakkan Sumatera Utara serta sejumlah wilayah di sekitarnya kian memperdalam nestapa ribuan warga. Melihat langsung kondisi yang semakin memprihatinkan, Anggota DPRD Labuhanbatu dari Fraksi PDI Perjuangan, Tommy Raymen, mendesak pemerintah pusat agar segera menetapkan musibah ini sebagai bencana nasional.

Tommy menuturkan bahwa situasi di lapangan bukan hanya tentang kerusakan fisik, tetapi juga tentang kepedihan manusia yang kehilangan keluarga, rumah, dan masa depan mereka. Banyak warga masih menyisir sisa-sisa material longsor demi mencari orang-orang terkasih yang belum ditemukan.

“Setiap menit sangat berarti. Pemerintah pusat harus segera bertindak. Jangan menunggu keadaan semakin parah atau menunggu desakan publik. Warga membutuhkan keputusan cepat dan langkah nyata,” tegas Tommy.

Menurutnya, skala bencana yang terjadi sudah jauh melampaui kapasitas penanganan pemerintah daerah. Dengan kerusakan infrastruktur yang masif dan tingginya jumlah korban, respon nasional menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi pilihan.

Per Selasa, 9 Desember 2025, BNPB mencatat dampak bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat sebagai berikut:

• 962 jiwa meninggal dunia

• 291 jiwa hilang

• 5.000 orang luka-luka

• 1.200 fasilitas umum rusak

• 199 fasilitas kesehatan rusak

• 534 fasilitas pendidikan hancur

• 425 rumah ibadah rusak

• 234 gedung kantor terdampak

• 497 jembatan terputus

Tommy menegaskan bahwa rakyat yang sedang berjuang di tengah puing-puing bencana tidak punya waktu untuk menunggu proses birokrasi panjang.

“Ini panggilan kemanusiaan. Negara harus hadir penuh, total, dan tanpa ragu. Penetapan status bencana nasional akan membuka akses penanganan lebih luas, lebih cepat, dan lebih terkoordinasi,” ujarnya.

I berharap pemerintah pusat segera mengambil keputusan tegas agar upaya penyelamatan dan pemulihan dapat dilakukan dengan maksimal, demi menyelamatkan lebih banyak nyawa.