Kota Pariaman – Hujan tanpa henti sejak Sabtu membuat Kota Pariaman kembali dikepung bencana alam. Sejumlah pohon tumbang bergelimpangan. Bebeberpa sekolah terdampak. Di tengah situasi itu, Wali Kota (Wako) Yota Balad bergerak cepat meninjau titik-titik terdampak, termasuk Desa Marunggi, Senin (24/11/2025).
Sedangkan Wakil Walikota (Wawako) Mulyadi pun tak tinggal diam. Ia berada di garis depan memimpin pembersihan pohon tumbang di kawasan DPMD, bergabung dengan petugas dan relawan membuka akses yang terdampak.
Laporan BPBD Kota Pariaman mencatat sejumlah kejadian di Desa Taluak adalah pohon tumbang menutup badan jalan. Karan Aur, akses sekolah tertutup, kabel telepon rusak. Pauh Barat terjadi banjir 20–40 cm merendam area sekitar SD 09, menghambat aktivitas warga.
Sementara itu tidak ada korban jiwa. Kerugian material masih dihimpun. Sebab Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman masih bergerak dalam hujan
Tim gabungan BPBD, TNI–Polri, dan relawan terus mengevakuasi, membersihkan jalan, dan memantau banjir. Hujan lebat membuat kerja lapangan tersendat.
“Kami tetap bergerak meski cuaca berat,” ujar Petugas Pusdalops BPBD, Rudy Alfa, sembari menegaskan pesan kemanusiaan dengan semnoyan “Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita.”
Cuaca ekstrem masih mengintai. Pemerintah Kota Pariaman meminta warga bantaran sungai dan lereng bukit meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor jika terjadi potensi bahaya.
Di tengah genangan, gotong royong menjadi penopang. Warga saling membantu mengevakuasi barang, menuntun lansia, membersihkan selokan, dan membuka jalur air. Bencana kembali menguji, namun Pariaman memilih bertahan bersama.
Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD, Radius Syahbandar, yang dihubungi Wartawan fajarharapan.id, pada Senin siang (24/11/2025) menyebut bahwa pendataan dampak terus berlangsung. “Laporan dari desa dan kelurahan masih kami kumpulkan,” ujarnya.(mak).






