Wali Kota Pariaman, Kejurnas U-12 Lahirkan Bintang Masa Depan Sepak Bola

Kota Pariaman – Setelah tiga hari penuh adu strategi dan bakat muda, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepak Bola U-12 Piala Wali Kota Pariaman resmi ditutup dengan kemenangan gemilang bagi SSB Victory Puma Kota Payakumbuh.

Tim asal Sumatera Barat itu tampil perkasa di final dan berhasil mengangkat trofi bergengsi usai melewati serangkaian laga ketat di Stadion Mini Persikatim, Desa Sikapak Timur, Kecamatan Pariaman Utara, Kamis (9/10/25).

“Ajang ini bukan sekadar soal piala, tapi soal karakter, mental juara, dan pembinaan talenta muda Indonesia. Dari sinilah bibit pemain timnas akan lahir,” tegas Wali Kota Pariaman, Yota Balad, saat menutup kejuaraan.

Yota Balad menambahkan, Pemko Pariaman berkomitmen menjadikan turnamen ini sebagai agenda rutin tahunan dan akan memperluas kategori usia untuk menjaring lebih banyak bibit Garuda muda dari berbagai daerah.

“Kejurnas ini sukses, dan tahun depan akan kita lanjutkan untuk kelompok usia lain. Dari Pariaman, kita ingin melahirkan pemain hebat untuk bangsa,” tegasnya penuh optimisme.

Turnamen bergengsi yang dibuka oleh Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, ini diikuti oleh 66 Sekolah Sepak Bola (SSB) dari empat provinsi: Sumatera Barat, Riau, Lampung, dan Asahan.

Dalam waktu tiga hari, sebanyak 268 pertandingan tersaji sengit, memperlihatkan determinasi dan semangat juang luar biasa para pemain muda usia 12 tahun.

SSB Victory Puma Payakumbuh keluar sebagai juara pertama, disusul SSB Sungai Buluah (Padang Pariaman) di posisi kedua, SSB Simalanggang (Lima Puluh Kota) di posisi ketiga, dan TSS (Pelalawan, Riau) di urutan keempat.
Seluruh tim juara berhak atas medali dan uang pembinaan dari panitia.

Selain tim terbaik, panitia juga memberikan penghargaan khusus. Yakni Pemain Terbaik (The Best Player): Aditiya (No.7) SSB Victory Puma Payakumbuh. Top Skor: Alif Grancelo Asegaf (No.30) SSB Sungai Buluah, dengan 14 gol selama turnamen

“Selama tiga hari kami menonton pertandingan luar biasa. Semangat mereka adalah energi masa depan sepak bola Indonesia,” ujar Yulius Dede, perwakilan Asprov PSSI Sumbar.

Penutupan Kejurnas turut dihadiri Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, jajaran BUMD, serta para Kepala OPD dan ASN Pemko Pariaman.
Sorak-sorai anak-anak dan pelatih mengiringi berakhirnya turnamen.

Meninggalkan satu pesan kuat: masa depan sepak bola Indonesia sedang tumbuh di lapangan-lapangan kecil seperti Sikapak, Kota Pariaman.(r-mak).