Kotim, fajarharapan.id – Bupati Kotim H. Halikinnor mengingatkan seluruh masyarakatnya untuk tidak mencampuradukkan antara agama dan adat istiadat, demi mencegah konflik dan perpecahan dalam masyarakat.
Dalam sebuah pernyataan, Senin (03/07/2023), Bupati Kotim Halikinnor menegaskan pentingnya memahami perbedaan antara agama dan adat istiadat.
Ia menjelaskan bahwa adat istiadat adalah budaya dan norma-norma yang diterima dan dihormati oleh seluruh masyarakat, sementara agama adalah kepercayaan yang diikuti oleh para penganutnya, seperti Islam, Kristen, Hindu, dan lain-lain.
Pernyataan ini muncul setelah terjadi permasalahan antara damang kepala adat dan umat Hindu Kaharingan di Kotim. Putusan adat yang memuat bahasa-bahasa dari kitab panaturan yang dipercayai oleh umat Hindu Kaharingan sempat menimbulkan protes dari pihak tersebut.
Meskipun akhirnya kedua belah pihak mencapai kesepakatan dan perdamaian, Bupati menegaskan perlunya menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Halikinnor menyoroti pentingnya pemisahan antara ranah adat dan agama sebagai upaya mencegah konflik budaya dan kepercayaan yang dapat membahayakan kesatuan dan persatuan masyarakat.
Ia juga mengajak kelembagaan adat dan agama untuk tetap bersinergi dan mendukung pembangunan wilayah, sehingga tercipta kerjasama yang harmonis.
Dalam konteks yang lebih luas, ia juga mengajak masyarakat adat maupun umum untuk mendukung dan menyukseskan Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Tengah (Porprov Kalteng) 2023 yang akan digelar di Kotim pada tanggal 26 Juli mendatang. Ia berharap ajang ini akan membawa dampak positif bagi Kotim, terutama dalam bidang ekonomi.
Halikinnor mengapresiasi pendekatan damai yang diambil oleh kedua belah pihak dalam menyelesaikan permasalahan dan menunjukkan rasa cinta damai dari masyarakat Dayak di Kotim. Hal ini dianggapnya sebagai catatan bersejarah yang patut diapresiasi.
Dengan kesadaran akan pentingnya menjaga pemisahan antara agama dan adat istiadat, Bupati Halikinnor berharap masyarakatnya akan terus membangun harmoni dan solidaritas di dalam bingkai keberagaman budaya dan kepercayaan. (audy)






