Sampit, fajarharapan.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan rumah sakit rehabilitasi pecandu narkoba direvisi menjadi klinik setelah perkiraan anggaran pembangunan dinilai terlalu besar.
“Setelah dihitung ulang oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng, untuk pembangunan RS rehabilitasi itu dananya mencapai beberapa ratus miliar. Jadi takutnya tidak mampu, makanya di Kotim diganti kelasnya menjadi klinik,” kata Sekretaris Badan Kesbangpol Kotim, Eddy Hidayat Setiadi, di Sampit, Selasa (5/8/2025).
Sebelumnya, pembangunan RS rehabilitasi narkoba di Kotim direncanakan menyusul pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim. Rencana tersebut lahir dari kesepakatan rapat koordinasi pengembangan dan pembinaan kabupaten/kota tanggap ancaman narkoba se-Kalteng tahun 2024, di mana Bupati Kotim Halikinnor mengajukan Kotim sebagai lokasi, dan setiap kabupaten/kota berkomitmen menyumbang Rp1 miliar.
Namun, hasil kaji banding ke Loka Rehabilitasi Narkoba di Kota Batam menunjukkan kesenjangan besar antara estimasi biaya dan dana yang tersedia. Total dana patungan hanya sekitar Rp14 miliar, sedangkan kebutuhan pembangunan RS mencapai ratusan miliar rupiah.
Eddy menegaskan rencana tempat rehabilitasi tidak dibatalkan, hanya diturunkan levelnya menjadi klinik. Meski tidak menyebutkan estimasi anggaran klinik, ia mengakui biaya tetap besar sehingga pembangunannya dilakukan bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.
Tahun ini, Pemkab Kotim sudah mengalokasikan dana hibah Rp2 miliar lebih untuk BNNK Kotim, dengan Rp1 miliar untuk operasional dan sisanya untuk pembangunan klinik rehabilitasi. Jika terealisasi, Kotim akan menjadi daerah kedua di Kalteng yang memiliki klinik rehabilitasi narkoba setelah Kota Palangka Raya.
“Klinik ini khusus untuk Kotim, tetapi tidak menutup kemungkinan menjadi rujukan bagi kabupaten lain. Untuk tahap awal mungkin hanya bisa rawat jalan, nanti baru dimaksimalkan untuk rawat inap,” tutup Eddy.(av/m)







