Kotim  

GPM Mandiri di Kotim Sasar Kelurahan, Warga Antusias Dapat Beras Murah

Sampit, fajarharapan.id  – Program Gerakan Pangan Murah (GPM) Mandiri di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, kini mulai menyasar langsung wilayah kelurahan. Langkah ini diharapkan mempermudah masyarakat mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau.

Pada Rabu, kegiatan perdana GPM Mandiri tingkat kelurahan digelar di halaman kantor Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Analis Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Mira, mengatakan pihaknya menjual beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ukuran 5 kilogram seharga Rp60 ribu per karung, dengan batas pembelian maksimal dua karung per orang.

Sebelumnya, GPM Mandiri lebih sering diadakan di Taman Kota Sampit. Namun, kali ini kegiatan dihadirkan lebih dekat ke masyarakat melalui kerja sama antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim dengan Perum Bulog Kantor Cabang Kotim.

Langkah jemput bola ini mendapat sambutan antusias warga. Sejak pagi, warga sudah berdatangan untuk mendapatkan beras murah. Setiap pelaksanaan di kelurahan, pihak penyelenggara menyiapkan sekitar dua ton beras SPHP untuk dijual kepada masyarakat.

Mira menyebut GPM Mandiri menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, sekaligus menekan laju inflasi. Kotim menjadi salah satu daerah prioritas karena termasuk dari dua wilayah di Kalimantan Tengah yang menjadi acuan penghitungan inflasi bulanan.

Program ini difokuskan untuk menjangkau wilayah perkotaan, khususnya di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang. Setelah di Kelurahan Ketapang, GPM Mandiri dijadwalkan berlanjut ke Kelurahan Baamang Hulu pada Kamis (7/8) dan Kelurahan Mentawa Baru Hilir pada Jumat (8/8).

Meski disebut GPM Mandiri, kali ini hanya beras SPHP yang dijual. Hal ini karena keterbatasan fasilitas seperti tenda dan meja. Selain itu, kegiatan ini tidak menggunakan anggaran daerah sehingga penyediaan komoditas masih terbatas.

“Kami akan terus berkeliling ke semua kelurahan di dua kecamatan ini sampai akhir tahun 2025. Harapannya semakin banyak warga yang terbantu,” kata Mira.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotim, Muhammad Azwar Fuad, mendukung penuh program ini. Menurutnya, harga beras SPHP yang dijual Rp60.000 per 5 kilogram atau Rp12.000 per kilogram jauh di bawah harga eceran tertinggi (HET) beras medium, yakni Rp65.500 per karung. Bahkan di pasaran, harga bisa menembus di atas Rp70.000.

Bulog, lanjutnya, secara nasional mendapat mandat melakukan intervensi pasar secara masif, termasuk lewat penjualan beras SPHP untuk masyarakat umum dan penyaluran bantuan beras gratis bagi keluarga kurang mampu. “Harapannya, GPM bisa membantu menurunkan harga beras di pasaran agar kembali normal,” ujarnya.

Fuad menambahkan, Bulog juga rutin berkeliling menjual beras SPHP dan komoditas lain langsung ke pemukiman warga maupun lokasi kegiatan masyarakat. Responsnya selalu positif karena harga yang ditawarkan lebih murah dibanding di pasar.(av/m)