Pemkab Solok Salurkan Bantuan Lewat Jalur Air ke Paninggahan dan Muaro Pingai yang Terisolasi Banjir

Pemkab Solok saat menyalurkan bantuan untuk korban banjir.
Pemkab Solok saat menyalurkan bantuan untuk korban banjir.

Arosuka – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok menyalurkan bantuan bagi warga yang terisolasi akibat banjir di Nagari Paninggahan dan Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, dengan memanfaatkan perahu sebagai satu-satunya akses yang masih dapat digunakan.

Wakil Bupati Solok, Candra, pada Minggu mengatakan bahwa pemerintah daerah langsung melakukan koordinasi penanganan darurat setelah dua nagari tersebut terputus aksesnya akibat banjir dan longsor. Kondisi ini membuat distribusi logistik hanya dapat dilakukan melalui jalur air.

“Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir memicu banjir dan longsor di sejumlah titik. Paninggahan dan Muaro Pingai menjadi wilayah yang terdampak paling berat,” ujarnya.

Candra menjelaskan bahwa dua jalur utama menuju kedua nagari tersebut tidak dapat dilalui. Ia segera berkoordinasi dengan Forkopimda, TNI–Polri, BPBD, serta pemerintah provinsi. Ia juga melaporkan perkembangan situasi langsung kepada Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah.

“Sesuai yang telah kami sampaikan kepada Bapak Gubernur, hari ini akses menuju Paninggahan mulai kami buka,” kata Candra.

Gubernur Mahyeldi meminta masyarakat setempat membantu pembersihan material banjir, sementara dapur-dapur MBG juga telah diaktifkan untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi.

Candra turut menyoroti meningkatnya debit air Danau Singkarak dan meminta koordinasi dengan PLN agar pintu air serta turbin dibuka untuk mempercepat penurunan permukaan air. Alat berat milik provinsi pun telah disiagakan.

Dandim 0309/Solok, Letkol Kav Sapta Raharja, S.I.P., menurunkan personel dibantu alat berat untuk membuka akses ke Muaro Pingai. Di tengah terputusnya jalur darat, pemerintah daerah bersama TNI dan pemerintah nagari memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Distribusi makanan bagi warga Paninggahan dan Muaro Pingai dilakukan menggunakan perahu Kodim 0309/Solok serta perahu milik Wali Nagari Kacang. Jalur danau menjadi satu-satunya rute penyaluran agar pasokan pangan tetap sampai kepada warga. Bantuan disalurkan melalui Camat Junjung Sirih yang memastikan setiap dusun mendapatkan logistik sesuai kebutuhan.

Sejumlah perahu tambahan juga disiagakan di Dermaga Singkarak dengan dukungan Dinas Sosial.

Wabup Candra bersama Kapolres Kota Solok AKBP Mas’ud Ahmad, S.I.K., M.Si., Dandim, serta tokoh masyarakat Saniangbaka, Haji Nopel, meninjau langsung lokasi banjir. Mereka mengimbau warga di bantaran sungai untuk segera mengungsi dan turut membantu menyelamatkan sepeda motor warga yang terseret arus.

Untuk memeriksa kondisi lapangan, Candra berjalan kaki dari Masjid Raya Saniangbaka menyusuri genangan air. Saat menuju Muaro Pingai, ia harus melewati jembatan yang terendam aliran deras dengan bantuan tali pengaman yang dipasang warga. Di lokasi, ia melihat sawah yang rusak akibat banjir bandang dan akses jalan yang sama sekali terputus. Sejumlah warga tampak menangis karena rumah mereka tidak dapat dihuni sementara waktu.

Pada sore harinya, Candra melanjutkan kunjungan ke Paninggahan. Warga yang telah menunggu sejak siang berharap mendapatkan kepastian mengenai akses dan bantuan logistik.

“Nagari Paninggahan dan Muaro Pingai saat ini benar-benar terisolasi karena akses jalan terputus. Dari Saniangbaka tidak bisa dilewati, dari Malalo jembatannya rusak parah. Kondisi masyarakat sangat memprihatinkan,” jelasnya.

Pemkab Solok mengimbau masyarakat tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem, sebab BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Wabup Candra juga menyampaikan apresiasi kepada para perantau Paninggahan yang telah menggalang bantuan dan menyalurkannya hingga puluhan juta rupiah untuk membantu warga terdampak.(des*)