Startup Mahasiswa Budidayakan Maggot Sebagai Pakan Ternak

Dokumentasi: Produk dry maggot sebagai pakan ikan hias produksi dari Tim TBB Maggot

Jakarta, fajarharapan.id – Pakan menjadi salah satu hal utama bagi para peternak dalam menjalankan usahanya. Namun harga pakan ternak terus mengalami peningkatan seiring dengan langkanya bahan utama pembuatan pakan ternak. Wakil ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin bahkan turut mengupayakan impor gabah kering untuk kebutuhan produksi pakan hewan ternak.

Tercatat pada tahun 2022 pakan ternak mengalami kenaikan hingga 40,5 persen yaitu dari Rp335.000 per karung pada tahun sebelumnya kini menjadi Rp471.000 per karung pada tahun 2022. Melambung tingginya harga pakan ternak dapat memengaruhi hasil panen hewan ternak. Hal ini ditengarai karena 60 sampai 70 persen hasil ternak ditentukan oleh kontribusi pakan.

Melihat peluang bisnis ini, Andreas Dimas Chirstanto, Elizabeth Bella Ruth Septiana dan Yehezkiel Pandu Prasetya yang merupakan Mahasiswa Teknik Perminyakan, Universitas Pertamina, merintis startup yang menginisiasi budidaya maggot untuk pakan ternak.

“Maggot merupakan larva dari lalat tentara hitam (black soldier fly) yang kini menjadi alternatif dalam pakan ternak. Maggot sebagai pakan dapat berupa maggot segar (fresh maggot) dan maggot kering (dry maggot),” ujar Elizabeth (14/4).

Baca Juga  Transfer Rekening BCA ke BCA Digital Rp0, Begini Caranya

Penggunaan maggot sebagai pakan ternak bahkan bisa menghemat hingga 70 persen total biaya pakan. Budidaya maggot terbilang mudah dan tidak membutuhkan biaya yang besar, hal ini karena maggot sendiri merupakan larva lalat yang memakan sampah organik seperti sampah sisa makanan. Maggot dinilai dapat mengurangi jumlah sampah organik hingga 30 persen.

“Biaya ternak maggot tidak besar serta tidak terlalu sulit untuk dibudidayakan, namun prospek budidaya maggot mendapati keuntungan yang cukup tinggi. Kita juga bisa turut mengambil langkah pengurangan sampah dengan budidaya maggot,” tambah Elizabeth.

Elizabeth dan tim yang tergabung dalam Tim TBB Maggot telah memproduksi jenis pakan maggot kering. Umumnya pakan maggot kering dapat digunakan sebagai bahan pakan ikan, terutama ikan hias.

Produk startup mereka yang diberi nama Akihiko, telah diperjualbelikan sejak November 2022 ke para peternak ikan. Salah satu keutamaan dan keunggulan dari pakan ternak dengan maggot yaitu tingginya nutrisi yang terkandung dalam pakan. Maggot  merupakan hewan yang memiliki kandungan protein tinggi yang berguna untuk nutrisi dari hewan ternak. 

Baca Juga  Antisipasi Mudik Lebaran, Harga Tiket Bus Melonjak di Terminal Lebak Bulus

Pengembangan usaha Akihiko milik Tim TBB Maggot tergabung dalam inkubasi bisnis Universitas Pertamina (UPER). Hingga kini, startup mereka telah bekerja sama dengan lebih dari 35 toko di sekitar Cikarang dan Banten. Inkubasi bisnis UPER merupakan sebuah media bagi para mahasiswa serta alumni yang ingin mendapatkan fasilitas pengembangan unit bisnis yang sedang dijalankan maupun yang akan dijalankan.

“Saat ini inkubasi bisnis UPER telah mendampingi 20 unit bisnis mahasiswa dan alumni. Selanjutnya kami akan mulai melakukan pendampingan pengembangan unit bisnis menjadi lebih menguntungkan. Selain itu, inkubasi bisnis UPER juga membantu mahasiswa dalam mengasah keterampilan dalam berwirausaha,” tutup Budi Soetjipto, Pjs. Rektor Universitas Pertamina

Saat ini, kampus besutan PT Pertamina (Persero) tersebut kembali membuka pendaftaran Seleksi Nilai Rapor (tanpa tes) dan Ujian Mandiri untuk Tahun Akademik 2023/2024. Pendaftaran telah dibuka hingga 30 April 2023 mendatang. Informasi lengkap terkait program studi serta syarat dan ketentuan pendaftaran dapat diakses di laman https://pmb.universitaspertamina.ac.id/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *