Muba  

Nenek Mengidap Demensia Tanpa Busana Akhirnya Dievakuasi, Mendapat Harapan Baru di Panti Jompo

Sekayu, fajarharapan.id – Cerita tentang seorang nenek lanjut usia (lansia) tanpa busana yang mengidap demensia telah mengguncang dan menyedot perhatian warga di Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel). Keadaan dramatis nenek tersebut akhirnya mendapatkan perhatian serius dan tindakan cepat dari pihak berwenang.

Selasa (18/7/2023), Tim Penanganan Situasi Darurat (PSC) 119 Dinas Kesehatan Musi Banyuasin (Dinkes Muba) bersama dengan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM), Dinas Sosial Musi Banyuasin (Dinsos Muba), Lurah Balai Agung, dan Puskesmas Balai Agung turun tangan untuk menyelamatkan nenek tersebut.

Keberadaan nenek tanpa busana dan mengidap demensia ini pertama kali ditemukan oleh warga setempat. Mereka terkejut dan bingung dengan kondisi yang memprihatinkan ini. Namun, dengan keberanian dan kesadaran akan tanggung jawab sosial, mereka segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak berwenang.

Tim medis dari Puskesmas Balai Agung segera mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan terhadap nenek yang diketahui berinisial S. Hasil pemeriksaan mengejutkan mereka karena Nenek itu didiagnosis menderita demensia, sebuah kondisi kesehatan yang mempengaruhi kemampuan otaknya, termasuk daya ingat dan kognisi.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim puskesmas Balai Agung ternyata pasien tersebut menderita Demensia,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Musi Banyuasin, dr. Azmi Dariusmansyah MARS, melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Muba, Yettria SKM MSi kepada fajarharapan.id.

Baca Juga  Peringati Tahun Baru Islam, Pj Bupati Apriyadi Ajak Masyarakat Terus Menebar Kebaikan dan Introspeksi Diri

Menyadari kondisi nenek yang sangat rentan dan membutuhkan perawatan intensif, pihak berwenang segera berkoordinasi dengan Dinsos Muba untuk mengambil langkah selanjutnya.

Tim medis dan petugas sosial dengan sigap mengupayakan upaya evakuasi untuk menyelamatkan nenek yang hidup sendiri tanpa sanak saudara di sekitarnya.

Namun, ternyata kisah nenek ini tidaklah sekadar tragis. Selama ini, keadaan keterbatasannya dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab yang memanipulasi situasi untuk meminta-minta uang dan sayur kepada warga sekitar.

Hal ini dikonfirmasi oleh Lurah Balai Agung, Musmulyadi, yang merasa prihatin dengan perlakuan tersebut.

“Karena beliau hidup sebatang kara, jadi tidak ada yang mengurus. Oleh sebab itu, harus segera dievakuasi untuk ditempatkan di Panti Jompo agar bisa hidup layak,” tegas Lurah Balai Agung.

Beruntungnya, bantuan telah tiba pada saat yang tepat. Proses evakuasi yang dilakukan dengan hati-hati dan penuh perhatian sukses dilakukan. Nenek ini kini mendapatkan tempat baru di Panti Jompo yang akan memberikan perawatan, keamanan, dan perhatian yang pantas bagi seorang lansia.

Baca Juga  Pj Bupati Apriyadi Lantik Pendekar Jadi Kades di Tungkal Jaya

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat sekitar untuk lebih peduli dan peka terhadap kondisi warga lanjut usia yang hidup dalam kesulitan dan kesendirian.

Semangat gotong-royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh tim medis, pihak berwenang, dan warga sekitar harus terus ditingkatkan untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua lapisan masyarakat.

Semoga dengan perawatan yang tepat di Panti Jompo, Nenek ini bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan layak. Mari bersama-sama kita memberikan dukungan dan perhatian untuk menyambut harapan baru dalam hidupnya.

“Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu menjaga dan melindungi warga rentan di sekitar kita,” ujar salah seorang warga Sekayu. (Rusdian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *