Skema Power Wheeling: Potensi Meningkatkan Kompetisi dan Pilihan dalam Industri Listrik

Skema Power Wheeling di RUU EBT.
Skema Power Wheeling di RUU EBT

Jakarta – Dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Energi Terbarukan (RUU EBT), skema Power Wheeling menjadi fokus utama. Skema ini memungkinkan perusahaan listrik swasta untuk menjual langsung listrik kepada industri dan masyarakat tanpa melibatkan PT PLN (Persero).

Menurut Ryan Kiryanto, ekonom senior dan Co-founder Institute for Social, Economic, and Digital (ISED), skema Power Wheeling dapat memberikan keuntungan bagi konsumen serta membuat BUMN, termasuk PLN, lebih kompetitif.

Dalam keterangannya, Ryan menyatakan bahwa pelayanan yang lebih baik dan pilihan lebih banyak akan menjadi dampak positif bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa perusahaan yang dapat menyediakan listrik sesuai dengan kebutuhan pelanggan akan menjadi pilihan utama.

Baca Juga  Pablo Benua: Sumber Kekayaan Artis Terkaya Indonesia

“Sehingga, perusahaan yang menyediakan listrik yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, itu yang akan dipilih,” katanya, Senin (11/12/2023).

Ryan menambahkan bahwa contoh keberhasilan BUMN yang tetap kompetitif terlihat dalam sektor perbankan dan telekomunikasi. Dia meyakinkan bahwa keberadaan perusahaan listrik swasta tidak akan mengkhawatirkan masyarakat menengah ke bawah, karena PLN masih akan melayani kebutuhan listrik bersubsidi.

Menurutnya, membuka pasar listrik untuk pemain lain justru akan membuat PLN tetap baik dan lebih kompetitif. Persaingan yang sehat dan terbuka diharapkan akan memberikan manfaat bagi konsumen.

“Apa yang perlu dikhawatirkan? Apa pun jenis industrinya, kalau kontestan, pemain atau player banyak, justru menimbulkan persaingan yang lebih sehat dan terbuka. Termasuk listrik. Masyarakat pun pada akhirnya akan diuntungkan,” tambahnya.

Baca Juga  Resep Gulai Cincang Kikil: Hidangan Lezat Menu Makan Siang Penuh Gizi

Ryan berpendapat bahwa persaingan akan mendorong produsen di sektor kelistrikan dan industri lainnya untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan, serta bersaing dalam hal harga. Dengan adanya persaingan, konsumen diharapkan akan mendapatkan manfaat yang lebih besar.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan bahwa kerja sama jaringan atau open access (power wheeling) akan diatur dalam RUU Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBT). Meskipun masih menuai pro dan kontra, kehadiran aturan power wheeling diharapkan dapat memajukan sektor energi di Indonesia.(BY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *