Padang, fajarharapan.id – Kesibukan di jalanan kerap kali tak bisa dihindari oleh para Account Officer (AO) PNM Mekaar. Mereka bekerja dari pagi hingga sore, berpindah-pindah lokasi demi mendampingi masyarakat prasejahtera, khususnya kaum perempuan, dalam hal pembiayaan dan pemberdayaan usaha. Di tengah padatnya aktivitas itu, risiko kecelakaan lalu lintas pun mengintai.
Menyadari hal tersebut, PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumatera Barat berkolaborasi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Padang menggelar Pelatihan Safety Riding yang diikuti lebih dari 300 AO Mekaar dari Unit Padang, Kota Pariaman, dan Padang Pariaman. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 12 Juli 2025, di Hotel ZHM Premiere Padang.
Pelatihan yang dikemas dalam suasana interaktif ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sekaligus bentuk kepedulian nyata terhadap keselamatan kerja para pejuang lapangan yang bekerja di bawah terik dan hujan, menembus jalanan demi pelayanan.
Wakil Pemimpin PNM Cabang Padang, Nunung Hidayaty, secara resmi membuka kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada Jasa Raharja dan jajaran Kepolisian dari Polresta Padang yang turut ambil bagian sebagai narasumber.
“Rekan-rekan AO kami memiliki mobilitas yang sangat tinggi. Mereka harus aman dan nyaman saat menjalankan tugas di jalanan. Edukasi seperti ini sangat penting, bukan hanya untuk keselamatan pribadi, tapi juga demi keberlanjutan layanan yang kami berikan kepada masyarakat,” ujar Nunung.
Kepala PT Jasa Raharja Wilayah Sumbar, Teguh Afrianto, turut menegaskan urgensi dari pelatihan ini. Ia mengungkapkan bahwa risiko kecelakaan bisa datang kapan saja, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan bermotor sebagai bagian dari pekerjaan sehari-hari.
“Risiko itu selalu ada, terutama bagi teman-teman AO Mekaar yang setiap hari berpacu dengan waktu dan kondisi jalan. Saya sangat mengapresiasi sinergi ini. Harapan kami, pelatihan ini bukan hanya meningkatkan pengetahuan, tapi juga membentuk sikap tertib berlalu lintas yang bisa menyelamatkan banyak nyawa,” tutur Teguh.
Lebih lanjut, Teguh menyampaikan bahwa berdasarkan data kecelakaan lalu lintas, kelompok pekerja lapangan usia produktif menjadi salah satu kelompok paling rentan. Usia para AO Mekaar yang mayoritas berkisar antara 17 hingga 25 tahun pun menjadi sorotan penting.
“Kita tidak bisa tutup mata bahwa angka laka lantas terus meningkat. Apalagi usia produktif ini, secara nasional pun merupakan kelompok dengan tingkat insiden tertinggi. Pelatihan ini menjadi bagian dari langkah preventif, bukan hanya formalitas,” ujarnya menekankan.
Pelatihan Safety Riding kali ini menghadirkan pemateri dari Jasa Raharja dan juga personel Polresta Padang yang membahas mulai dari teknik berkendara yang aman, etika lalu lintas, hingga respons cepat dalam kondisi darurat di jalan.
Antusias peserta sangat terasa sejak sesi awal. Banyak di antara AO yang mengaku baru pertama kali mendapatkan pelatihan khusus terkait keselamatan berkendara yang aplikatif dan langsung menyentuh kehidupan kerja sehari-hari mereka.
“Biasanya kami hanya dapat briefing soal target, kali ini benar-benar terasa bahwa keselamatan kami juga dipikirkan. Semoga pelatihan ini bisa rutin diadakan,” ujar Rina, salah seorang AO dari Padang Pariaman.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang kini menjadi aspek penting dalam operasional perusahaan. Selain meningkatkan kesadaran para pekerja, pelatihan ini juga mendukung operasional bisnis PNM yang berkelanjutan dengan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama.
Jasa Raharja dan PNM berharap kegiatan ini bisa menjadi model kolaborasi untuk wilayah lain, demi mewujudkan jalanan yang lebih aman dan lingkungan kerja yang lebih sehat bagi para pejuang ekonomi akar rumput.(*)






