Stakeholder PAI Harus Berperan Aktif Menyikapi Program Keagamaan Kepala Daerah

Kabag Kesra Setwilda Pemkab Padang Pariaman Mirwan Karni (foto.co)

Parik Malintang – Kepada seluruh stakeholder pendidikan agama Islam (PAI) agar berperan aktif di Sekolah masing-masing untuk melaksanakan kegiatan Pesantren Ramadhan (Trendhan) 1444 H. Termasuk juga program gerakan seribu siswa tahfidz Padang Pariaman (Gebu Sipapa). Program tersebut, merupakan salahsatu kerja merealisasikan program religius keagamaan yang diusung kepala daerah, Bupati Suhatri Bur-Wabup Rahmang untuk mewujudkan Padang Pariaman Berjaya.

Hal itu disampaikan Kabag Kesra Mirwan Karni, ketika menjawab pertanyaan awak media ini di ruang kerjanya, Jum’at (31/03/23), sehubungan akan dilaksanakan Trendhan 1444 H/2023 M kepada peserta didik pada  SD/MI dan SMP/MTs di Daerah ini.

Kata dia, pembukaan Trendhan secara resmi pada Tingkat Kabupaten dilakukan Bupati Padang Pariaman di SMPN 1 Enam Lingkuang, Pakandangan, Senin 3 April 2023 lusa.

“Trendhan akan diselenggarakan di Sekolah masing-masing selama tidak menyimpang dari peraturan dan perundangan yang berlaku, atau di Masjid dan Mushalla terdekat dari satuan pendidikan selama 5 (lima) hari, Senin-Sabtu, 3 – 8 April 2023, sedangkan Jum’at libur Nasional” ucap alumni SMA Taruna Magelang ini.

Kegiatan Trendhan 1444 H, sebut Mirwan yang pernah Camat IV Koto Aur Malintang ini, bertujuan untuk terbentuknya peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berkepribadian muslim yang kokoh. Sedangkan dalam pelaksanaan dan materi, tidak harus semua yang terdapat pada Buku Pedoman/Juknis yang telah disalurkan tersebut.

“Tetapi dapat memilih kegiatan dan materi yang sesuai dengan kebutuhan, situasi, kondisi, dan potensi sekolahnya dan wilayah masing-masing. Terpenting materi pokok jangan terabaikan. Seperti shalat fardhu berjama’ah, shalat Dhuha, tadarus, kultum, ZIS” urai Mirwan Karni,putera Nagari Sintuak.

Kemudian, ungkap lulusan STPDN Jatinangor Jabar ini, ada materi dirasah Islamiyah, wawasan kebangsaan, wawsan lingkungan hidup (Adiwiyata), citra diri anak shaleh, adab pergaulan muslim dan pencegahan Narkoba. 

Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan Trendhan, harus dibarengi dengan kegiatan penilaian agar dapat diketahui hasil dan manfaatnya. Juga akan dilakukan evaluasi, revisi, dan penyempurnaan dengan mempergunakan instrumen monitoring dan evaluasi (Monev) dari Tim Kabupaten yang turun kelapangan nantinya.

“Untuk itu, kepada pihak penyelenggara maupun yang memberikan materi atau narasumber, agar melakukan penilaian kepada peserta didik. Instrumen penilaian dan indikator ketercapaian telah disediakan. Juga harus memberikan laporan akhir Trendhan kepada Sekretariat Wilayah Daerah melalui Bagian Kesra” harap Mirwan Karni yang pernah Sekcam Sungai Limau.

Ia menambahkan, kegiatan Trendhan yang diikuti siswa kelas IV, V, VI SD/MI, dan kelas VII, VIII, IX SMP/MTs tersebut anggarannya dibebankan kepada dana BOS, Komite Sekolah dan sumbangan yang tidak mengikat dari pihak lainnya.(co).