PTPN III dan Pertamina Bangun PLTS 3 MW di KEK Sei Mangkei, Dorong Industri Hijau

Tarik Investor, RI Bangun PLTS di KEK Sei Mangkei.
Tarik Investor, RI Bangun PLTS di KEK Sei Mangkei.

JakartaKawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Sumatera Utara kini menjadi lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 3 megawatt (MW). Proyek ini merupakan kolaborasi antara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) sebagai induk Holding Perkebunan Nusantara dan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE).

Langkah ini menegaskan komitmen kedua BUMN dalam memperkuat penggunaan energi terbarukan di kawasan industri nasional sekaligus menciptakan daya tarik baru bagi investor melalui pendekatan ramah lingkungan.

Dorong Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular
Direktur Utama PTPN III, Denaldy M. Mauna, menyatakan bahwa pengembangan energi baru terbarukan (EBT) merupakan agenda strategis PTPN Group, termasuk penerapan prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah industri sebagai energi alternatif.

“Kerja sama pengembangan PLTS ini merupakan kelanjutan sinergi antara PTPN III dan PNRE, menyusul proyek serupa dengan kapasitas 2 MW yang telah beroperasi sejak 2021 di lokasi yang sama,” ujar Denaldy, Rabu (9/7/2025).

Selain PLTS, PTPN juga terlibat dalam proyek biodiesel guna mendukung kebijakan B50 pemerintah, serta pengembangan bioetanol dan bahan bakar ramah lingkungan untuk sektor penerbangan (SAF/Bioavtur).

Sebagai pemegang Wilayah Usaha Kelistrikan (Wilus) dan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) di KEK Sei Mangkei, PTPN III memiliki peran vital dalam mewujudkan kawasan industri yang mandiri dan berkelanjutan di bidang energi.

Percepat Inovasi Energi Hijau
Oki Muraza, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari strategi bersama BUMN untuk mempercepat adopsi teknologi hijau di Indonesia.

“Sinergi seperti ini penting untuk menciptakan ekosistem energi terbarukan yang menyeluruh, termasuk ke sektor biodiesel, bioetanol, dan avtur berkelanjutan,” ungkapnya.

Tekan Emisi dan Perluas Manfaat Ekonomi Hijau
Direktur Bisnis Holding Perkebunan Nusantara, Ryanto Wisnuardhy, menjelaskan bahwa PLTS 3 MW ini diperkirakan mampu menekan emisi karbon sebesar 4.100 ton CO₂e per tahun, atau sekitar 102.500 ton CO₂e selama masa operasi 25 tahun. Potensi ini juga membuka peluang perdagangan karbon melalui Bursa Karbon Indonesia (IDX Carbon).

Dengan estimasi produksi listrik mencapai 103.000 megawatt-jam (MWh) dalam dua dekade ke depan, proyek ini diharapkan menyediakan pasokan energi hijau secara konsisten bagi para pelaku industri di KEK Sei Mangkei.

Selain PLTS, PTPN Group juga tengah merancang sejumlah proyek energi terbarukan lainnya seperti:

Pabrik biodiesel di KEK Sei Mangkei

Pengembangan Compressed Biomethane Gas (CBG) dari limbah cair sawit (POME)

Pabrik bioetanol di Glenmore, Jawa Timur

Proyek Sustainable Aviation Fuel (SAF) di kawasan industri yang sama

Dukungan Pertamina untuk Transisi Energi Nasional
John Anis, CEO Pertamina NRE, menyatakan antusiasme terhadap kerja sama strategis ini, yang dinilai sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

“Melalui sinergi ini, kami ingin menghadirkan energi bersih yang tak hanya menopang industri, tapi juga mendukung agenda transisi energi nasional secara nyata,” tutupnya.(BY)