Prabowo Dorong Pengelolaan Energi Terbarukan untuk Kesejahteraan Rakyat

Dampak Kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bagi Daerah.
Dampak Kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bagi Daerah.

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab agar manfaatnya bisa dinikmati seluruh rakyat Indonesia. Salah satu fokus utama adalah pemanfaatan energi baru dan terbarukan yang potensinya sangat besar di dalam negeri.

“Kita diberkahi sumber energi yang luar biasa, termasuk energi terbarukan. Tugas kita adalah mengelolanya secara optimal dan bertanggung jawab,” ujar Prabowo dalam salah satu pernyataannya.

Presiden menilai bahwa proses transisi energi yang sedang berlangsung tidak hanya berkaitan dengan kemandirian energi nasional, tetapi juga menjadi strategi penting untuk efisiensi biaya, pelestarian lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) ini menjadi bukti bahwa kita bergerak menuju kemandirian energi. Kita harus mampu memenuhi kebutuhan energi secara mandiri, efisien, dan terjangkau,” tegasnya.

PLTP Muara Laboh Beri Dampak Ekonomi Nyata
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Solok Selatan, Khairunas, menyampaikan bahwa proyek PLTP Muara Laboh Tahap I yang berlokasi di wilayahnya telah membawa dampak signifikan terhadap pembangunan daerah. Salah satunya adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga mencapai Rp30 miliar per tahun sejak tahap awal pengoperasian.

“PLTP ini tak hanya memperkuat sistem kelistrikan, tetapi juga berkontribusi besar terhadap keuangan daerah. Kami berharap dukungan Bapak Presiden untuk kelanjutan proyek tahap ketiga yang ditargetkan dimulai pada tahun 2030,” ujarnya.

Khairunas juga mengungkapkan bahwa potensi panas bumi di wilayah proyek tersebut mencapai 310 megawatt (MW). Tahap pertama yang sudah beroperasi menghasilkan daya sebesar 36 MW, sedangkan pembangunan tahap kedua sedang berlangsung dengan target kapasitas 80 MW.

Serapan Tenaga Kerja dan Dampak Sosial
Menurut Bupati, proyek ini juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal. Sebanyak 87 persen dari tenaga kerja proyek berasal dari putra daerah Solok Selatan, yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat setempat.

Ia menambahkan, total investasi proyek PLTP ini mencapai sekitar Rp7 triliun, yang turut mendorong percepatan pembangunan di kawasan tersebut.

Selain itu, kehadiran listrik yang stabil selama 24 jam telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, mulai dari kemudahan anak-anak belajar di malam hari, hingga meningkatnya layanan publik berbasis teknologi di bidang kesehatan dan ekonomi.

“Ini bukan hanya pembangunan infrastruktur, melainkan perubahan besar dalam kehidupan masyarakat kami,” tutup Khairunas.(BY)