Padang Pariaman – Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat John Kenedy Azis (JKA) menegaskan bahwa PDAM Tirta Anai bukan lembaga sosial atau tempat penampungan tenaga kerja. Melainkan, badan usaha milik daerah (BUMD) yang harus fokus mengejar keuntungan guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“PDAM itu bukan panti sosial. Itu perusahaan yang harus mencari untung sebanyak-banyaknya untuk menambah PAD kita,” kata JKA saat melantik Dr. H. Aznil Mardin, S.Kom., M.Pd.T sebagai Direktur PDAM Tirta Anai periode 2025–2030 di Aula Kantor Bupati, Parit Malintang, pada Jumat (20/6/2025).
Meski mengedepankan aspek bisnis, JKA menegaskan pelayanan prima kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Ia tidak ingin lagi mendengar keluhan warga soal air bersih yang tak mengalir maksimal.
“Saya masih dengar laporan, air hanya mengalir dua atau tiga kali seminggu. Banyak pipa rusak, dibiarkan berbulan-bulan. Ini tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.
Ia mencontohkan pengalaman saat gotong royong di Kasai, Kecamatan Batang Anai, di mana warga mengeluhkan pipa bocor yang tak kunjung diperbaiki.
Bupati JKA berharap di bawah kepemimpinan baru, hal seperti ini tidak terulang lagi. Kiranya, agar maju serta berkembang sebagai perusahaan daerah yang sehat kedepannya.
Menurut dia, Padang Pariaman memiliki potensi sumber air yang sangat melimpah ruah. Karena itu, Aznil diberikan mandat penuh untuk melakukan transformasi PDAM Tirta Anai agar lebih modern, efisien, dan proaktif.
“Saat ini pelanggan sekitar 28.000. Target kita dalam lima tahun ke depan minimal 50.000 pelanggan. Bahkan tidak tertutup kemungkinan PDAM bikin usaha air mineral kemasan seperti swasta,” tambahnya.
Pelantikan ini juga dihadiri oleh Plt. Direktur sebelumnya, M. Fadly, serta sejumlah pejabat OPD di lingkungan Pemkab Padang Pariaman.(bay).






