Ahli Waris Wakafkan 1,8 Hektare Tanah untuk Pembangunan RSUD di Padang Pariaman

Padang Pariaman – Dua orang ahli waris, Hj. Osliliani Soeratno dan Yenny Yunizar, secara resmi mewakafkan seluruh tanah pusako rendah milik keluarga mereka seluas 1,8 hektare kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Serah terima dilakukan pada Senin malam (16/6/2025) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Padang Pariaman di Karan Aur, Kota Pariaman.

Tanah tersebut berlokasi di Kampuang Teleang, Simpang Ampek Sungai Sirah, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau. Rencananya, lahan ini akan dimanfaatkan untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D.

“Kami menyerahkan tanah ini sebagai wakaf, dengan harapan menjadi amal jariyah bagi kami sekeluarga, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal,” ujar Hj.Osliliani yang datang langsung dari Yogyakarta bersama adiknya, Yenny Yunizar dari Jakarta, didampingi anak dan menantu mereka.

Ia juga meminta agar dilakukan pengukuran ulang terhadap tanah yang diwakafkan, mengingat sertifikat aslinya telah hilang. Fotokopi sertifikat yang dimiliki keluarga dijadikan acuan sementara, dan Hj. Osliliani berharap Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Padang Pariaman bisa segera turun ke lapangan bersama tim teknis terkait.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Padang Pariaman, H. John Kenedy Azis, SH, MH menyampaikan terima kasih atas niat tulus keluarga. Ia memastikan pengukuran ulang segera dilakukan sebelum pembangunan dimulai.

“Insya Allah, pengukuran ulang akan kita laksanakan sesuai dengan data yang ada. Rencananya, peletakan batu pertama RSUD ini akan dilakukan Oktober 2025, atau paling lambat awal Januari 2026,” ujar Ajo JKA begitu panggilan akrabnya.

Ia menegaskan pentingnya memastikan legalitas lahan sebelum pembangunan dimulai agar tidak terjadi polemik di kemudian hari.

“Jangan sampai setelah rumah sakit berdiri megah, justru muncul gugatan baru dari pihak yang mengklaim hak atas tanah. Ini yang ingin kita hindari sejak awal,” tegasnya.

Pemkab Padang Pariaman juga berencana mengundang Hj.Osliliani dan keluarga dalam prosesi peletakan batu pertama nanti sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi besar mereka.

Serah terima dokumen sertifikat disaksikan oleh sejumlah anggota keluarga besar, termasuk sepupu dari pihak ibu dan nenek Hj.Osliliani.(bay).